ADVERTORIAL

Sinergi Tiga Lembaga di Bombana Gerak Cepat Sempurnakan Data Pemilih untuk Pemilu yang Bersih dan Akurat

19
×

Sinergi Tiga Lembaga di Bombana Gerak Cepat Sempurnakan Data Pemilih untuk Pemilu yang Bersih dan Akurat

Sebarkan artikel ini

Bombana, A-1.Info / – Suasana ruang kerja Kabid Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana tampak berbeda dari biasanya. Pagi itu, ruang tersebut dipenuhi semangat koordinasi lintas lembaga ketika Ketua Bawaslu Bombana, Irpan, S.H., M.H., bersama Kadiv Perencanaan Data dan Informasi KPU Bombana, Dasril, S.Pd., serta Kasubag Pendataan dan Informasi, Bactiar Lazi, S.E., M.E., melakukan kunjungan kerja strategis. Tujuan utama pertemuan ini ialah membahas langkah konkret dalam Pemutakhiran Data Potensial Pemilih Berkelanjutan (DPB).Selasa (24/06/2025)

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kabid Pemanfaatan Data Disdukcapil Bombana, Sri Patonah, S.Kom., didampingi jajaran fungsional teknis. Pertemuan berlangsung intens dan produktif, membahas isu-isu penting seputar pemadanan data kependudukan dan data pemilih, yang selama ini masih menghadapi sejumlah anomali, seperti data ganda, pemilih yang telah meninggal dunia, atau warga yang sudah pindah domisili namun belum terhapus dari daftar pemilih aktif.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, para pihak menyepakati tiga fokus utama:

  • Menemukan dan menyaring data pemilih tidak valid agar tidak menimbulkan potensi sengketa di kemudian hari.
  • Melakukan sinkronisasi antara data Dukcapil dan DPB secara berkala untuk memastikan kesesuaian identitas pemilih dengan data kependudukan nasional.
  • Meningkatkan akurasi dan kredibilitas data pemilih guna menjamin terselenggaranya pemilu yang adil, demokratis, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Bombana, Irpan, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kelembagaan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Kunjungan ini adalah bagian dari komitmen Bawaslu untuk memastikan bahwa pemilih yang tercatat memang benar-benar memiliki hak dan identitas yang sah. Kami mengapresiasi Disdukcapil yang begitu responsif dan terbuka terhadap kolaborasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dasril, S.Pd., selaku perwakilan KPU Bombana Divisi Perencanaan Data dan Informasi, menekankan pentingnya kerja lintas lembaga dalam memperkuat fondasi data pemilih yang akurat.

“Pemutakhiran data bukan hanya soal angka, tapi soal kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Dengan dukungan data kependudukan yang valid dan real-time dari Disdukcapil, kami bisa memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih atau justru ada pemilih yang tidak berhak masuk dalam DPT,” jelasnya.

Dari sisi Dukcapil, Sri Patonah, S.Kom., menegaskan kesiapan penuh instansinya dalam mendukung validasi data pemilih.

“Kami memiliki data by NIK, by name, dan by address yang bisa langsung dipadankan. Disdukcapil tidak hanya pasif, kami aktif melakukan jemput bola untuk memastikan data pemilih benar-benar bersih dan terpercaya,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung dinamis, menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Ketiga pihak berkomitmen untuk membentuk tim teknis lintas instansi yang akan bekerja secara rutin melakukan pemadanan data. Selain itu, akan dikembangkan sistem komunikasi cepat dan otomatis agar pembaruan data dapat dilakukan secara real-time tanpa harus menunggu tahapan pemilu berikutnya.

Tidak hanya berhenti di meja koordinasi, sinergi ini juga akan diikuti dengan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya data kependudukan yang valid, karena kesalahan kecil dalam data pribadi dapat berdampak besar terhadap hak demokrasi seseorang.

Langkah konkret ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Bombana tidak sekadar berbicara tentang pemilu bersih, tetapi benar-benar mengerjakannya dari hulu ke hilir. Kolaborasi antara Bawaslu, KPU, dan Disdukcapil menunjukkan wajah baru birokrasi yang lebih adaptif, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan publik yang akuntabel.

Melalui kerja sama ini, Bombana menegaskan komitmennya untuk melahirkan pemilu yang bersih, inklusif, dan dapat dipercaya. Upaya penyelarasan data kependudukan dan daftar pemilih ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi terciptanya proses demokrasi yang berkeadilan, di mana setiap suara rakyat benar-benar dihitung dan setiap warga negara mendapatkan hak konstitusionalnya tanpa kecuali.

Di tengah gencarnya persiapan menuju pesta demokrasi berikutnya, langkah kolaboratif ini menjadi cerminan nyata bahwa integritas pemilu dimulai dari integritas data. Dan Bombana, lewat koordinasi solid tiga lembaga ini, menunjukkan bahwa demokrasi yang kuat dibangun dari data yang benar, kerja sama yang tulus, dan semangat melayani tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *