Bombana,A-1.Info / – Langit Bombana baru saja berubah warna ketika puluhan langkah mulai menyusuri aspal dari Mapolsek Lantari Jaya. Tidak ada gemerlap kamera, tidak pula sorotan panggung. Namun di balik barisan yang bergerak pelan itu, tersimpan sesuatu yang lebih megah—tekad dan kesetiaan.
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Lantari Jaya Polres Bombana menggelar kegiatan long march yang bukan sekadar olahraga fisik. Ini adalah pernyataan diam tentang cinta tanah air, tentang loyalitas yang tidak banyak bicara, tapi bekerja dalam senyap. Sebuah perjalanan sunyi yang nyaring dalam maknanya.Selasa (24/06/2025)
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Lantari Jaya, Ipda Prasetyo Nento, S.H., C.P.M., dan diikuti oleh 52 peserta: 17 personel Polsek, 15 dari Polres Bombana, 10 personel Posko Taktis Brimob Polda Sultra, serta 10 Bhayangkari yang ikut serta memberi semangat. Mereka berjalan dalam satu irama, satu tujuan, satu tekad yang terangkum dalam tema:
“Satukan Langkah, Demi Satu Tujuan, Teguhkan Loyalitas Mengabdi untuk Negeri dan Masyarakat.”
Jarak tidak pernah jadi soal ketika yang dibawa adalah semangat. Sejak pukul 06.30 WITA, barisan itu bergerak dari Mapolsek menuju Mapolres Bombana. Tidak ada paksaan. Yang ada hanya wajah-wajah yang percaya: bahwa setiap langkah hari ini adalah bekal untuk Indonesia yang lebih baik esok.
Tampak dalam barisan, dua pemimpin turut menapaki jalan yang sama: Wakapolres Bombana KOMPOL Reda Irvanda, S.H., S.I.K., M.H., dan Kabag Ops KOMPOL Idham Syukri, S.Pd.I., M.M. Mereka tidak hanya berjalan, mereka ikut merasakan, menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal memberi perintah, tetapi soal menyatu dengan yang dipimpin.
Di tengah perjalanan, rombongan singgah di Makodim 1431 Bombana. Di sana, sambutan hangat dari pejabat utama TNI membuka ruang kecil untuk dialog besar: bagaimana sinergitas TNI-Polri menjadi tembok kokoh bagi ketertiban bangsa. Sebuah pertemuan sederhana yang menggambarkan kuatnya ikatan dua pilar keamanan negara.

Sesampainya di Mapolres Bombana, para peserta disambut langsung oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K. dengan apresiasi penuh makna. Dalam sambutannya, Kapolres tidak hanya berbicara tentang keberhasilan kegiatan, tetapi menyentuh sisi terdalam dari jiwa pengabdian.
“Ini bukan soal jarak yang ditempuh, tapi nilai yang diperjuangkan. Long march ini adalah simbol dari perjuangan yang tak terlihat, dari pengorbanan yang tidak selalu terdengar. Hari Bhayangkara ke-79 ini harus kita jadikan cermin untuk menguatkan kembali komitmen pelayanan kepada rakyat,” ungkap Kapolres.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Dandim 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi atas keramahtamahan dan dukungan strategis selama kegiatan berlangsung. Menurut Kapolres, kolaborasi antara TNI dan Polri adalah bentuk persatuan yang nyata, bukan sekadar jargon.
Yang membuat kegiatan ini semakin menyentuh adalah kehadiran para Bhayangkari. Mereka berjalan bukan karena diharuskan, tapi karena mereka tahu: tugas menjaga negeri bukan hanya di pundak para polisi, tapi juga di tangan keluarga yang menopang dari belakang. Di antara peluh dan debu jalan, terlihat wajah-wajah ibu, istri, dan perempuan tangguh yang ikut menjadi bagian dari perjuangan.
Hari itu, Polsek Lantari Jaya tidak hanya berjalan. Mereka menuliskan cerita kecil yang agung—tentang bagaimana kesetiaan bukan hanya soal berdinas, tapi tentang tetap setia melangkah, bahkan ketika tak ada yang melihat.
Dirgahayu Hari Bhayangkara ke-79
Polri Presisi, Untuk Negeri.
Karena yang menjaga bangsa ini tidak selalu bersenjata. Kadang, mereka hanya berjalan… dengan hati.

