Bombana,A-1,Info / – Kursus Wasit Sepak Bola C3 yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Wispora) Kabupaten Bombana secara resmi ditutup oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si pada Rabu, 9 Juli 2025. Bertempat di Aula Sapta Pesona Wispora, penutupan ini bukan sekadar seremonial akhir pelatihan, melainkan penanda dimulainya babak baru bagi peningkatan profesionalisme wasit dan pembinaan olahraga di daerah.
Kegiatan yang telah berlangsung sejak 5 Juli 2025 ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Bombana. Selama lima hari, para peserta dibekali pemahaman teknis dan praktik nyata mengenai kepemimpinan pertandingan, aturan permainan, serta kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan adil di lapangan. Dengan melibatkan instruktur dari luar daerah yang berpengalaman, pelatihan ini sukses menghadirkan standar kualitas yang tidak kalah dari pelatihan di kota besar.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara, instruktur, dan seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Bombana mampu menjadi tuan rumah dalam pengembangan SDM olahraga tanpa harus selalu bergantung pada pusat pelatihan di kota besar seperti Kendari atau Jakarta.
“Ternyata kita bisa lakukan di daerah sendiri, dan ini harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain. Kita ingin wasit-wasit dari Bombana dikenal secara nasional, menjadi bagian dari pertandingan besar, dan membawa nama baik daerah,” ujar Burhanuddin di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelatihan lokal memberikan banyak manfaat. Selain efisiensi anggaran, kegiatan ini juga membuka peluang promosi potensi daerah kepada para instruktur luar yang diundang. “Ketika instruktur datang ke sini, mereka jadi tahu potensi kita. Sementara peserta juga tak perlu keluar daerah, bisa hemat namun tetap berkualitas,” jelasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kontinuitas belajar setelah pelatihan. Ia mengajak peserta agar ilmu yang didapat tidak hanya menjadi teori semata, tetapi segera dipraktikkan dalam berbagai skala pertandingan. “Jangan tunggu event besar. Mulailah dari pertandingan antar kelas, antar kampung, atau turnamen internal. Dengan begitu, kalian akan terbiasa dan tidak gugup saat diberi kepercayaan di event yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Wispora Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa kursus ini bukan hanya bertujuan menghasilkan wasit-wasit bersertifikasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kualitas olahraga di Bombana. Menurutnya, wasit yang profesional dan berwawasan luas sangat penting dalam menciptakan pertandingan yang adil dan sportif, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan prestasi atlet.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan wasit di Kabupaten Bombana agar dapat berkontribusi terhadap prestasi atlet. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman yang lebih baik tentang aturan permainan, pengambilan keputusan yang tepat, serta kemampuan mengelola pertandingan dengan adil dan efektif,” ungkap Anisa, alumnus IPDN angkatan 03.
Ia menambahkan bahwa hasil nyata dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap para peserta dalam memimpin pertandingan. Hal ini menjadi modal penting untuk menjadikan wasit sebagai garda depan pembinaan olahraga yang bersih dan berintegritas.
Seluruh rangkaian kursus berlangsung secara intensif dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga melakukan simulasi dan praktik langsung di lapangan. Dengan bimbingan langsung dari instruktur yang berpengalaman, peserta dilatih untuk menghadapi tekanan nyata di tengah pertandingan, termasuk cara bersikap profesional dalam situasi sulit.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kursus dengan penuh semangat dan disiplin. Para peserta pun tampak antusias dan percaya diri menyambut tantangan baru sebagai wasit sepak bola bersertifikat di Bombana.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana kembali membuktikan komitmennya untuk membangun fondasi olahraga dari level paling dasar. Bukan hanya mengembangkan atlet, tetapi juga menciptakan ekosistem pertandingan yang sehat, profesional, dan berdaya saing.
Langkah ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan Bombana sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga berkualitas di Sulawesi Tenggara. Melalui pemberdayaan wasit lokal, pemerintah membuka jalan bagi pertandingan yang lebih adil, pembinaan yang lebih terukur, dan prestasi yang lebih membanggakan.

