Bombana, A-1.Info / — Pemerintah Kabupaten Bombana terus berkomitmen memperkuat daya saing masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kreativitas. Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), Pemkab Bombana resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan dan Keterampilan Masyarakat, Senin (20/10/2025), di Aula Kantor Camat Rumbia Tengah.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan sebagai salah satu kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi warga.
> “Pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat kita. Saya berharap keterampilan yang diperoleh bisa langsung diterapkan untuk membuka usaha baru atau mengembangkan potensi yang sudah ada,” ujar Ahmad Yani.
Pelatihan kewirausahaan kali ini tak hanya berfokus pada satu bidang, melainkan dirancang agar menyentuh berbagai lapisan kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembuatan jajanan pasar tradisional, peracikan minuman kopi untuk kafe, keterampilan administrasi perkantoran, serta budidaya hidroponik — empat bidang yang kini menjadi peluang besar di tengah tren ekonomi kreatif dan gaya hidup modern.
Sebanyak 64 peserta terpilih mengikuti kegiatan ini selama sepuluh hari, mulai 21 hingga 31 Oktober 2025. Mereka akan dibimbing langsung oleh instruktur profesional dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari serta tenaga ahli dari berbagai sektor usaha.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BPVP Kendari, Amran, ST, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD terkait, Camat Rumbia dan Rumbia Tengah, serta para narasumber dan penggerak pelatihan lainnya. Suasana aula tampak semarak dengan antusiasme peserta yang beragam — mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga pelaku UMKM lokal yang ingin meningkatkan kemampuan mereka di bidang wirausaha.
> “Kami ingin mencetak masyarakat yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki semangat inovatif. Apalagi Bombana punya potensi besar di sektor kuliner, kopi, dan pertanian modern seperti hidroponik,” ungkap Amran, Kepala BPVP Kendari.
Wakil Bupati Ahmad Yani juga menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh berhenti di ruang kelas semata. Menurutnya, tindak lanjut seperti pendampingan usaha, kolaborasi antar peserta, serta dukungan pemasaran produk harus menjadi bagian penting agar hasil pelatihan benar-benar berdampak nyata.
> “Saya berharap setelah pelatihan, ada kelanjutan berupa pendampingan dan jejaring usaha. Pemerintah daerah siap membuka ruang kerja sama agar hasil dari pelatihan ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata,” tegasnya.
Sebagai simbol dimulainya kegiatan, Ahmad Yani melakukan pengalungan kartu peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta. Tepuk tangan riuh mengiringi momen tersebut, menandakan semangat dan optimisme masyarakat Bombana untuk terus maju bersama.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bagaimana Pemerintah Kabupaten Bombana tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berdaya, kreatif, dan mandiri. Lewat program seperti ini, Bombana sedang menyiapkan generasi baru pelaku ekonomi lokal yang tangguh dan siap bersaing — dari dapur tradisional hingga kafe modern, dari kebun hidroponik hingga kantor profesional.
Dengan semangat “Bangkit dan Berdaya Bersama”, Pemkab Bombana berharap pelatihan ini akan menjadi langkah awal bagi lahirnya wirausahawan baru yang membawa nama daerah ke panggung ekonomi yang lebih luas.

