Bombana,A-1.Info / – Polres Bombana resmi menggelar Apel Pasukan Operasi Patuh Anoa Tahun 2025 pada Senin (14/7) pagi di Lapangan Apel Tatag Trawang Tungga, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia. Kegiatan ini menandai dimulainya operasi lalu lintas yang akan menyasar tujuh jenis pelanggaran yang paling berisiko menyebabkan kecelakaan di jalan raya.
Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., memimpin langsung apel yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.
Operasi Patuh Anoa 2025 akan fokus pada tujuh sasaran pelanggaran prioritas, yakni:
1. Penggunaan handphone saat mengemudi
2. Pengemudi atau pengendara di bawah umur
3. Boncengan lebih dari satu orang
4. Tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman
5. Mengemudi dalam pengaruh alkohol
6. Melawan arus
7. Melebihi batas kecepatan
Kapolres menekankan bahwa meskipun penindakan akan dilakukan secara tegas, edukasi kepada masyarakat tetap menjadi pendekatan utama. “Ini bukan sekadar penertiban, tapi bagian dari upaya menyelamatkan nyawa,” tegasnya dalam apel.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
Wakapolres Bombana, Kompol Reda Irfanda, S.H., S.I.K., M.H.
Kabag SDM, AKP Prasajah, S.H.
Kabag Ren, AKP Muh. Ilham Tahir
Kabid Linmas Satpol PP Bombana, Jamilun, S.Ag.
Sekretaris Dinas Perhubungan Bombana, Husning, S.Pd., M.Si.
Sementara itu, peserta apel berasal dari berbagai unsur, yakni:
Barisan Kodim 1431 Bombana
Satlantas Polres Bombana
Gabungan staf Polres Bombana
Satuan Reskrim, Narkoba, dan Intelkam
Sat Sabhara
Gabungan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan
Apel berlangsung singkat namun penuh makna, ditutup pada pukul 08.30 WITA. Seluruh personel yang terlibat dinyatakan siap bertugas di lapangan untuk melakukan penegakan hukum, pengawasan, serta sosialisasi secara masif.
Operasi Patuh Anoa sendiri merupakan agenda rutin Kepolisian Republik Indonesia yang digelar serentak secara nasional. Tahun ini, fokus utamanya adalah membangun kembali budaya tertib berlalu lintas di tengah meningkatnya pelanggaran pascapandemi dan pertumbuhan kendaraan pribadi.
Dengan dimulainya operasi ini, masyarakat Bombana diimbau untuk lebih taat pada aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta tidak melakukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

