Pendidikan

Langkahkan Kaki ke Luar Negeri,Fariead Arasy Arham Putra Bombana Tembus Program Madrasah Goes Abroad 2025

418
×

Langkahkan Kaki ke Luar Negeri,Fariead Arasy Arham Putra Bombana Tembus Program Madrasah Goes Abroad 2025

Sebarkan artikel ini
Fariead Arasy Ahmadinejad Arham Bersama Rekan Rekan nya
Fariead Arasy Ahmadinejad Arham Bersama Rekan Rekan nya

Bombana,A-1.Info |  — Di tengah geliat pendidikan madrasah yang kian menunjukkan tajinya, kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Fariead Arasy Ahmadinejad Arham, siswa cerdas asal MAN Insan Cendekia yang juga putra dari pasangan Muh Arham, S.Th.I dan Sutinawaty, S.Farm., Apt, berhasil mencatatkan namanya dalam daftar 100 siswa terbaik se-Indonesia yang lulus seleksi Program Madrasah Goes Abroad 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tak hanya menjadi kebanggaan keluarga, prestasi ini juga mengharumkan nama Sulawesi Tenggara karena Fariead merupakan 1 dari hanya 2 siswa dari provinsi ini yang lolos dalam program bergengsi tersebut. Ia sukses melewati berbagai tahapan seleksi ketat yang mencakup seleksi administrasi, tes kemampuan bahasa Inggris melalui TOEFL, hingga wawancara langsung yang melibatkan para siswa terbaik dari seluruh MAN Insan Cendekia di Indonesia.

Pengumuman resmi kelulusan tersebut tercantum dalam Surat Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: B-125/Dt.I.I/HM.01/08/2025 yang ditandatangani oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Nyayu Khadijah. Surat tersebut menjadi bukti sah bahwa Fariead kini menjadi bagian dari generasi madrasah unggulan yang siap bersaing di level global.

Fariead Arasy Ahmadinejad Arham,Berpose Bersama Ayahanda nya , Muh Arham, S.Th.I

Program Madrasah Goes Abroad merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Agama yang bertujuan meningkatkan daya saing global siswa madrasah. Program ini dirancang untuk membekali para siswa dengan kemampuan komprehensif agar mampu melanjutkan studi di perguruan tinggi bergengsi luar negeri pada tahun 2025.

Setelah dinyatakan lolos, para peserta program akan menjalani pelatihan intensif selama 360 jam pelajaran atau setara dengan dua minggu. Tak berhenti di situ, mereka akan dikelompokkan berdasarkan negara tujuan studi — seperti Amerika, Australia, negara-negara Asia, hingga Timur Tengah — untuk mendapatkan pendampingan khusus dari instruktur berpengalaman. Tujuannya, agar mereka siap memperoleh Letter of Acceptance (LoA), yaitu surat penerimaan resmi dari universitas luar negeri yang menjadi syarat utama untuk melanjutkan studi dan mendapatkan beasiswa.

Madrasah Goes Abroad 2025 bukan sekadar program, melainkan jembatan emas yang membuka cakrawala para siswa madrasah untuk berpikir dan bermimpi besar. Fariead bersama 99 siswa lainnya kini bersiap menapaki perjalanan akademik global. Mereka adalah representasi dari generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam nilai dan akhlak, tetapi juga siap menunjukkan taringnya di panggung dunia.

Fariead membuktikan bahwa siswa dari daerah seperti Bombana pun mampu bersaing dan menembus program yang selama ini didominasi oleh siswa dari kota-kota besar. Dengan semangat, tekad, dan dedikasi yang tinggi, ia menjelma menjadi simbol harapan baru bagi pendidikan madrasah Indonesia — bahwa tak ada batasan geografis bagi mimpi besar.

Pencapaian Fariead diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Bombana dan seluruh Sulawesi Tenggara, bahwa kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman akan selalu menemukan jalannya menuju sukses. Kini, langkah Fariead sedang menapaki jalan yang lebih luas, membuka peluang tak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga sebagai pionir bagi generasi muda madrasah menuju panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *