ADVERTORIAL

Inspektorat Bombana Jadi Garda Integritas Mengawal Disdukcapil Menuju Predikat WBK dan WBBM

22
×

Inspektorat Bombana Jadi Garda Integritas Mengawal Disdukcapil Menuju Predikat WBK dan WBBM

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info / – Jalan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukanlah perkara mudah. Di balik kesuksesan yang tengah dirintis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana, ada peran krusial Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang berfungsi bukan sekadar pengawas, tetapi juga motor penggerak integritas birokrasi di daerah.

Sebagai Tim Penilai Internal (TPI), Inspektorat Bombana mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan setiap unit kerja yang membangun Zona Integritas (ZI) benar-benar berjalan pada rel yang sesuai dengan nilai-nilai akuntabilitas, transparansi, dan pelayanan publik yang bersih. Proses ini tidak hanya melibatkan evaluasi dokumen semata, tetapi juga mencakup verifikasi lapangan, observasi langsung, hingga pendampingan wawancara untuk menilai konsistensi pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap level.

“Pendampingan ini bukan hanya administratif. Kami ingin budaya kerja berintegritas benar-benar menjadi ruh pelayanan publik. Itu inti dari Zona Integritas,” tegas Ridwan, S.Sos., M.P.W., Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana.

Pernyataan tersebut bukan sekadar slogan. Komitmen itu terbukti saat Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) hadir melakukan verifikasi lapangan di Kantor Disdukcapil Bombana pada Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini disambut langsung oleh Inspektur Inspektorat Ridwan bersama Pj. Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K.

Pendampingan intensif yang dilakukan Inspektorat menjadi faktor penentu kebangkitan Disdukcapil Bombana. Setelah sempat gagal di tahap analisis dokumen pada tahun 2024, tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan. Pada Juni 2025, Disdukcapil dinyatakan lulus administrasi. Berlanjut pada minggu ketiga Juli 2025, instansi ini berhasil lolos tahap analisis dokumen oleh TPN. Tidak berhenti di situ, pada 4 September 2025, dilakukan wawancara via Zoom Meeting, hingga akhirnya 1 Oktober 2025, TPN turun langsung ke Bombana melakukan verifikasi lapangan.

Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus, S.Pd., M.M., secara terbuka mengapresiasi kontribusi Inspektorat dalam perjalanan panjang tersebut.

“Inspektorat tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga penguat bagi kami. Dukungan mereka sangat menentukan dalam mempersiapkan tim menghadapi penilaian. Kami banyak belajar soal integritas, konsistensi, dan akuntabilitas dari proses pendampingan ini,” ujar Firdaus penuh rasa syukur.

Menuju Sejarah Baru di Pulau Sulawesi

Langkah Disdukcapil Bombana kini menjadi sorotan. Bila berhasil meraih predikat WBK, maka instansi ini akan mencatat sejarah baru di Sulawesi. Pasalnya, hingga tahun 2024, hanya ada tiga perangkat daerah di seluruh Pulau Sulawesi yang berhasil meraih predikat tersebut:

  1. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Banggai (2020).
  2. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Gorontalo (2024).
  3. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kolaka Utara (2024).

Jika Disdukcapil Bombana berhasil menyusul, maka capaian ini bukan sekadar prestasi satu instansi, tetapi juga kemenangan moral bagi seluruh aparatur di Bombana. Hal ini akan menjadi bukti konkret keberhasilan Inspektorat Daerah Bombana dalam mengawal budaya integritas birokrasi di lingkup pemerintahan daerah.

Perwakilan TPN Kementerian PANRB, Tarcius Bagus Putra Prasojo, S.H., turut memberikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah Bombana. “Kami melihat semangat perubahan yang nyata. Tinggal menunggu hasil akhir penilaian, dan Bombana patut berbangga,” ungkapnya.

Inspektorat Sebagai Garda Integritas

Di era reformasi birokrasi modern, peran Inspektorat tidak lagi sekadar mengawasi, tetapi juga menjadi fasilitator perubahan. Dari penyusunan dokumen, pendampingan wawancara, hingga evaluasi di lapangan, Inspektorat Bombana memastikan seluruh tahapan pembangunan Zona Integritas benar-benar berorientasi pada kepuasan masyarakat dan pelayanan prima.

Predikat WBK dan WBBM bukan hanya penghargaan administratif, melainkan representasi nyata dari budaya kerja berintegritas. Di Kabupaten Bombana, perjuangan ini adalah hasil kerja kolektif antara Inspektorat, Disdukcapil, dan seluruh jajaran pemerintah daerah yang ingin mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani.

Melalui langkah konsisten, pembinaan berkelanjutan, dan pengawasan yang berintegritas, Inspektorat Bombana kini tampil sebagai garda terdepan penjaga nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme. Bukan sekadar mengawasi, tetapi menumbuhkan keyakinan bahwa perubahan menuju birokrasi bersih bukan impian, melainkan kenyataan yang sedang dibangun dari Bombana untuk Sulawesi dan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *