ADVERTORIAL

Pengawasan Inflasi Bombana Diperketat lewat Monev Terpadu 2025

20
×

Pengawasan Inflasi Bombana Diperketat lewat Monev Terpadu 2025

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info / -Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi atau Monev terpadu pada Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan magang yang bertujuan memastikan berbagai program pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran. Upaya tersebut dilakukan sebagai respon atas dinamika harga kebutuhan pokok yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.Kamis (02/10/2025)

Pelaksanaan Monev difokuskan pada sejumlah strategi yang mendukung pengendalian inflasi, mulai dari distribusi bahan pokok, pemantauan harga pasar, hingga intervensi kebijakan subsidi. Inspektorat Bombana melakukan peninjauan langsung ke Organisasi Perangkat Daerah yang terlibat dalam perumusan maupun pelaksanaan program inflasi. OPD tersebut meliputi Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Bagian Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah.

Melalui kunjungan tersebut, tim Inspektorat mengumpulkan data mengenai penyerapan anggaran, pelaksanaan kegiatan, serta ukuran capaian yang telah diraih OPD dalam menahan laju inflasi. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap program tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, peninjauan lapangan menjadi sarana memastikan tidak ada hambatan teknis yang mengganggu pelaksanaan program.

Sejumlah program intervensi langsung juga menjadi objek Monev, seperti pasar murah yang diselenggarakan Dinas Perindagkop dan UKM di Kecamatan Rumbia, Rumbia Tengah, Rarowatu, Rarowatu Utara, Poleang, dan Poleang Barat. Program ini dinilai berperan penting dalam menjaga kestabilan harga sembako serta menyediakan akses barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana turut melaksanakan Gerakan Pangan Murah Keliling atau GAUL yang digelar di Kecamatan Rumbia, Mataoleo, Rarowatu, Poleang Utara, Poleang Selatan, Tontonunu, Kabaena Barat, dan Kabaena Timur. Gerakan ini menjadi upaya strategis dalam mendekatkan pasokan pangan murah ke seluruh wilayah, terutama daerah yang memiliki potensi kerentanan harga lebih tinggi.

Inspektorat memastikan bahwa seluruh kegiatan intervensi tersebut berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran. Pemeriksaan dilakukan pada mekanisme distribusi, kesesuaian data penerima, hingga akurasi laporan pelaksanaan dari masing-masing OPD. Pengawasan ini penting untuk menjaga efektivitas program sehingga benar-benar membantu masyarakat.

Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan S.Sos MPW, menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah isu penting yang memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Melalui monev ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan dan program pengendalian inflasi benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan bahwa pengawasan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program di lapangan.

“Kami memastikan seluruh OPD menjalankan tugas sesuai rencana, akuntabel, dan terukur sehingga setiap upaya pengendalian inflasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Dengan Monev terpadu ini, Inspektorat Bombana berharap seluruh program pengendalian inflasi mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan risiko kenaikan harga di tahun berjalan. Pemerintah daerah menilai bahwa pengawasan yang kuat merupakan kunci utama untuk memastikan efektivitas kebijakan dan keberhasilan pengendalian inflasi di seluruh wilayah Bombana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *