Berita

Gelombang Penolakan Menguat,Rudianto Sebut Hauling Tambang di Pelabuhan Sikeli Ancam Ruang Hidup Masyarakat

150
×

Gelombang Penolakan Menguat,Rudianto Sebut Hauling Tambang di Pelabuhan Sikeli Ancam Ruang Hidup Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info / – Penolakan terhadap rencana penggunaan Pelabuhan Sikeli di Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, sebagai jalur hauling tambang terus bergulir. Di tengah munculnya berbagai pandangan mengenai rencana tersebut, Tokoh Pemuda Kabaena, Rudianto, menyampaikan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak yang dinilai dapat memengaruhi lingkungan hidup dan keberlangsungan mata pencaharian warga.

Kepada awak media, Rudianto mengatakan bahwa sikap penolakan yang disampaikan masyarakat bukan ditujukan untuk menghambat investasi maupun pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat hanya berharap setiap aktivitas usaha yang masuk ke Kabaena Barat tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat.

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami memahami bahwa investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pembangunan juga harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat yang selama ini hidup dari laut, pertanian, dan sumber daya alam yang ada,” kata Rudianto saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, Pelabuhan Sikeli selama ini merupakan fasilitas yang memiliki fungsi strategis bagi masyarakat Kabaena Barat. Selain menjadi akses transportasi, pelabuhan tersebut juga menjadi jalur distribusi kebutuhan pokok dan penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Rudianto, apabila pelabuhan dimanfaatkan sebagai jalur hauling tambang, masyarakat khawatir akan muncul berbagai dampak yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya peningkatan lalu lintas kendaraan bertonase besar, debu yang berpotensi mengganggu kesehatan, meningkatnya risiko kecelakaan, hingga kemungkinan terganggunya aktivitas nelayan dan kondisi lingkungan pesisir.

“Laut adalah sumber kehidupan masyarakat pesisir. Banyak warga menggantungkan penghasilannya sebagai nelayan, sementara masyarakat lainnya hidup dari sektor pertanian. Karena itu, kami berharap ruang hidup yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudianto menilai setiap rencana yang berpotensi membawa perubahan terhadap kondisi lingkungan seharusnya didahului dengan kajian yang komprehensif dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan wilayah tempat mereka tinggal.

“Masyarakat tentu ingin didengar. Aspirasi yang kami sampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah sendiri. Kami ingin setiap kebijakan yang diambil benar-benar mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Ia menambahkan, Kabaena Barat memiliki potensi alam yang selama ini menjadi aset penting bagi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, menurutnya, menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Bagi kami, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan. Kami ingin anak-anak kami nanti tetap bisa menikmati laut yang bersih, udara yang sehat, dan alam yang masih lestari. Itu sebabnya kami berharap Pelabuhan Sikeli tetap difungsikan untuk kepentingan masyarakat, bukan sebagai jalur hauling tambang,” tutur Rudianto.

Di akhir wawancara, Rudianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai, santun, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog yang konstruktif sehingga pembangunan di Kabaena Barat dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Kami mencintai Kabaena Barat. Yang kami perjuangkan bukan hanya kondisi hari ini, tetapi juga masa depan generasi yang akan datang. Alam yang terjaga adalah warisan terbaik yang bisa kami tinggalkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *