Bombana,A-1.Info / — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana mencatat prestasi membanggakan dengan meraih peringkat pertama tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis. Pencapaian ini diraih dalam rangka memperingati Hari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang jatuh pada Minggu, 22 Juni 2025.
Capaian luar biasa tersebut tercermin dari progres pelaksanaan pelayanan KB yang mencapai 307,35 persen dari target awal yang telah ditetapkan. Kegiatan pelayanan KB gratis dilaksanakan di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bombana, melibatkan tenaga kesehatan, khususnya para bidan yang menjadi garda terdepan dalam mendukung program Bangga Kencana dan kesehatan reproduksi masyarakat.
Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim. “Alhamdulillah, prestasi ini merupakan bukti nyata kerja keras seluruh jajaran DPPKB, tenaga penyuluh, dan para bidan di lapangan yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga capaian ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera di Kabupaten Bombana,” ujarnya.
Menurut Abdul Azis, keberhasilan ini tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga menjadi indikator kuat bahwa program Bangga Kencana berjalan efektif di Kabupaten Bombana. Di tengah berbagai keterbatasan, seluruh pemangku kepentingan tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan layanan kontrasepsi yang aman, berkualitas, dan tanpa biaya kepada masyarakat.
Program pelayanan KB gratis ini juga diisi dengan kegiatan edukatif, di mana masyarakat diberi pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang baik, kesehatan reproduksi, serta manfaat langsung dari penggunaan alat kontrasepsi. Hal ini dilakukan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Pelayanan KB meliputi beberapa metode kontrasepsi seperti pil, suntik, dan implan, yang diberikan secara profesional oleh para bidan dan petugas kesehatan yang tersebar di seluruh titik pelayanan. Para penyuluh keluarga berencana juga turut mendampingi dalam memberikan informasi serta pendampingan pasca-pelayanan kepada para akseptor.
Keberhasilan Kabupaten Bombana menjadi yang terbaik di Sultra dalam pelayanan KB kali ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dukungan penuh dari para kepala puskesmas, camat, dan pemerintah desa di setiap wilayah kerja. Semua pihak berperan aktif memastikan pelayanan berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran.
DPPKB Bombana menyatakan komitmennya untuk terus menjaga momentum ini dengan memperluas cakupan pelayanan, meningkatkan kualitas SDM penyuluh dan bidan, serta memperkuat edukasi masyarakat. Target ke depan adalah menjadikan Kabupaten Bombana sebagai daerah percontohan dalam pelaksanaan program KB, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional.
Kegiatan pelayanan KB dalam rangka Hari IBI ini juga menjadi pengingat bahwa peran bidan tidak berhenti di ruang bersalin. Mereka adalah agen perubahan yang aktif dalam mendidik, mendampingi, dan memberikan layanan esensial kepada keluarga Indonesia. Peringatan Hari IBI di Bombana bukan hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga wujud nyata pengabdian dan kontribusi para bidan terhadap pembangunan keluarga berkualitas di daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan keluarga mampu membawa dampak besar bagi pembangunan manusia. Dan dari keberhasilan ini, Bombana kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam gerakan keluarga berencana yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

