Bombana, A-1.Info / – Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang akhir tahun. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Nasional yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara daring.Selasa (04/11/2025)
Kegiatan yang melibatkan seluruh kepala daerah se-Indonesia tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat langkah konkret pengendalian inflasi di masing-masing wilayah. Dari Kabupaten Bombana, rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, dan dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta sejumlah kepala dinas terkait.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa menjelang penghujung tahun, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok akan meningkat tajam. Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan harga tetap terkendali.
“Daerah harus mengambil langkah cepat dan nyata untuk menekan laju inflasi, khususnya menjelang momen akhir tahun dan hari besar keagamaan,” tegas Tito.
Ia mengingatkan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal ekonomi makro, tetapi menyangkut kesejahteraan masyarakat secara langsung. “Ketika inflasi tidak terkendali, daya beli masyarakat menurun. Ini berdampak pada seluruh sektor kehidupan,” tambahnya.
Rakor tersebut juga membahas perkembangan inflasi nasional per Oktober 2025, termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK), pergerakan harga pangan strategis, dan tren harga bahan pokok di berbagai daerah. Dari sisi ketahanan pangan, Perum BULOG memaparkan strategi stabilisasi harga beras dan upaya memastikan pasokan tetap aman, termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Satgas Pangan Polri melaporkan hasil pantauan di lapangan terkait distribusi dan ketersediaan komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng. Kejaksaan Agung menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mencegah praktik penimbunan barang dan permainan harga oleh oknum tertentu.
Dukungan dari sektor pertahanan juga turut hadir dalam forum tersebut. TNI melaporkan keterlibatannya dalam program ketahanan pangan nasional, termasuk dalam distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil dan rawan bencana. Langkah ini diakui menjadi elemen penting dalam menjaga rantai pasok dan memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Burhanuddin menilai rapat koordinasi ini sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pengendalian inflasi tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Pemkab Bombana berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Burhanuddin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa TPID Bombana akan terus memperkuat peran pengawasan di pasar-pasar tradisional, memperlancar distribusi bahan pokok, serta melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gejolak harga. Pemerintah daerah, katanya, juga tengah menyiapkan strategi jangka menengah dengan mendorong produksi lokal dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Langkah pengendalian inflasi tidak bisa hanya reaktif. Harus ada sistem yang terintegrasi antara produksi, distribusi, dan pengawasan harga. Dengan begitu, kita bisa menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Bupati Burhanuddin.
Melalui Rakor ini, pemerintah pusat menegaskan kembali pentingnya kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat—dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Bagi Bombana, rapat ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi panggilan untuk bertindak nyata. Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Bombana optimistis dapat menjaga inflasi tetap terkendali, memastikan stok pangan mencukupi, dan menstabilkan harga menjelang perayaan akhir tahun.
“Menjaga harga tetap stabil bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang kesejahteraan rakyat. Itulah yang menjadi komitmen utama kami di Bombana,” tegas Bupati Burhanuddin menutup pernyataannya.

