Kendari, A 1 info / — Sosok muda asal Kabupaten Bombana, Kristian Abil Kornelis, resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) bersama wakilnya, Wulandari Safitry dari Buton Utara. Keduanya hadir dalam bursa pemilihan BEM FKIP UHO dengan membawa visi perubahan dan kepemimpinan yang lebih inklusif. Pemilihan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Kendari, Senin 1 Desember 2025.
Abil dikenal sebagai mahasiswa aktif dengan rekam jejak organisasi yang panjang. Ia pernah mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Sriwijaya dan memegang sejumlah posisi strategis, mulai dari ketua fakultas hingga peran humas di lingkungan PMM. Di GMKI Kendari, Abil juga dipercaya memimpin berbagai bidang mulai dari aksi, pelayanan, hingga kepanitiaan besar.
Deno, mahasiswa Politeknik Bombana yang menjadi sahabat sekaligus rekan seperjuangan Abil, memberikan dukungan terbuka terhadap pencalonan tersebut. “Sebagai saudara seperjuangan, saya tahu betul siapa dia. Abil adalah sosok yang dibentuk oleh pengalaman dan kerja keras. Dia bukan hanya pemimpin di atas kertas, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama,” kata Deno.
Ia menegaskan bahwa Abil memiliki kemampuan yang jarang ditemukan pada mahasiswa seusianya. “Saya melihat langsung bagaimana dia memegang amanah di berbagai organisasi. Dia punya kecerdasan sosial, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemampuan merangkul banyak orang. FKIP UHO butuh pemimpin seperti dia,” ujarnya.
Dalam pencalonannya, Kristian membawa visi “Menjadikan BEM FKIP UHO sebagai lembaga yang berpartisipasi aktif dalam pergerakan, sekaligus menjadi titik temu mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang progresif, edukatif, responsif, dan kolaboratif.”

Visi tersebut diterjemahkan melalui empat misi utama: memperluas ruang peran mahasiswa di lingkungan fakultas, mendorong advokasi berbasis data dan persoalan faktual, membangun sinergi strategis dengan fakultas dan lembaga eksternal, serta meningkatkan prestasi dan keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.
Kristian mengusung slogan “Rangkul” yang merupakan akronim dari Rangkai Aspirasi, Nyatakan Gagasan, Kokohkan Persaudaraan, dan Lestari Toleransi. Baginya, slogan itu menjadi simbol kepemimpinan yang membuka ruang dialog dan kolaborasi tanpa sekat.
Pengalaman Kristian di berbagai organisasi, baik tingkat kampus maupun regional, menjadi modal penting dalam kontestasi BEM kali ini. Ia dinilai mampu beradaptasi di lingkungan multikultural dan mendorong gerakan mahasiswa yang lebih progresif.
Sosok Abil dan Wulandari mendapatkan sambutan antusias dari mahasiswa FKIP UHO. Banyak yang melihat keduanya sebagai pasangan calon yang menawarkan pendekatan baru dalam kepemimpinan mahasiswa: terbuka, inklusif, dan berbasis kerja nyata.
Dengan pengalaman, visi, dan dukungan yang terus menguat, pasangan ini diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat dalam pemilihan BEM FKIP UHO mendatang.

