Bombana,A-1.Info / – Kabupaten Bombana kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan olahraga berbasis teknologi melalui penyelenggaraan ESI Cup III Bombana, sebuah turnamen e-sport offline yang digelar oleh Pengurus Kabupaten Esports Indonesia (ESI) Bombana. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Desember 2025, dengan batas pendaftaran hingga 26 Desember 2025, serta menawarkan total hadiah senilai Rp20 juta bagi para pemenang.
Ketua ESI Kabupaten Bombana, Herlin, S.Psi., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bombana dari Partai PDI Perjuangan, menegaskan bahwa ESI Cup III bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya strategis membangun ekosistem e-sport yang sehat dan berkelanjutan di daerah. “Turnamen ini adalah bentuk pembuktian komitmen kami untuk mengembangkan e-sport di Kabupaten Bombana secara serius dan terarah,” ujar Herlin.
Menurut Herlin, e-sport saat ini telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang memiliki potensi besar, terutama bagi generasi muda. “Anak-anak muda Bombana punya talenta luar biasa. Tugas kita adalah menyediakan ruang, regulasi, dan wadah kompetisi yang adil agar potensi itu bisa tumbuh menjadi prestasi,” katanya. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan turnamen offline juga penting untuk membangun sportivitas, mental tanding, dan interaksi sosial antarpemain.
ESI Cup III Bombana mempertandingkan empat gim populer, yakni Mobile Legends, Free Fire, eFootball, dan PUBG Mobile. Untuk Mobile Legends, panitia menunjuk Tegar sebagai contact person yang dapat dihubungi melalui nomor 0812-4194-6289. Sementara itu, cabang Free Fire dikoordinasikan oleh Iphy di nomor 0821-7776-8972, eFootball oleh Gilang di 0812-9206-9572, serta PUBG Mobile oleh Om Joy di 0823-3644-0666.
Herlin menekankan bahwa pendaftaran turnamen ini gratis dengan slot peserta terbatas, sehingga diharapkan para atlet e-sport dan komunitas gim di Bombana maupun daerah sekitar dapat segera mendaftarkan diri. “Kami ingin memberi kesempatan seluas-luasnya, tanpa hambatan biaya, agar kompetisi ini benar-benar inklusif,” ujarnya.
Ia juga berharap turnamen ini menjadi momentum perubahan cara pandang masyarakat terhadap e-sport. “E-sport bukan lagi sekadar bermain gim. Ini soal disiplin, strategi, kerja tim, dan peluang karier. Bahkan bisa menjadi pintu masuk ekonomi kreatif digital,” kata Herlin. Menurutnya, dukungan semua pihak, termasuk orang tua dan pemerintah, sangat dibutuhkan agar e-sport berkembang secara positif.
Dengan hadiah puluhan juta rupiah, format kompetisi yang profesional, serta dukungan penuh dari ESI Bombana, ESI Cup III diharapkan mampu melahirkan bibit atlet e-sport berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional. “Kami ingin Bombana dikenal bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi juga karena kualitas sumber daya manusianya di bidang digital,” pungkas Herlin.


