Bombana.A-1.Info | – Aula Tanduale di Kantor Bupati Bombana menjadi saksi dimulainya Pelatihan Peningkatan SDM Perlindungan Masyarakat Gelombang II Tahun 2024. Program ini diprakarsai oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Linmas, dan Damkar melalui Bidang Linmas Kabupaten Bombana. Ratusan peserta hadir, siap menyerap ilmu dan keterampilan baru yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan Pilkada mendatang.Kamis (05/09/2024)

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya strategis untuk memastikan kesiapan dan kelancaran Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana. “Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap kapasitas Satlinmas dapat meningkat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat yang kita cintai ini, terutama dalam menyukseskan Pilkada mendatang,” ujar Edy Suharmanto dengan penuh optimisme.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk memperkuat kompetensi Satlinmas dalam menjalankan tugas-tugas pengamanan dan perlindungan masyarakat. Materi pelatihan meliputi teori dan praktik, termasuk sesi Baris-Berbaris (PBB), yang bertujuan meningkatkan disiplin, keteraturan, dan koordinasi di antara anggota.
Kasi Ops Trantib, Suriadi Suhar, S.IP., selaku panitia pelatihan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen Satpol PP dan Linmas untuk membangun kekuatan SDM yang andal dan terlatih. “Keberhasilan Satlinmas dalam pelatihan ini adalah keberhasilan kami juga sebagai pelatih. Materi yang kami siapkan mencakup teori dan praktik yang relevan dengan tugas-tugas mereka, sehingga dapat langsung diterapkan di lapangan,” tuturnya.
Di tengah dinamika politik yang kerap menjadi tantangan besar selama Pilkada, kesiapan Satlinmas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun mental dan semangat juang mereka untuk berkontribusi secara maksimal.
Materi teori yang diberikan meliputi manajemen pengamanan TPS, pengelolaan konflik, hingga komunikasi efektif dengan masyarakat. Sementara itu, sesi praktik difokuskan pada penguasaan gerakan baris-berbaris, simulasi pengamanan, dan respons cepat terhadap situasi darurat.
“Sesi PBB adalah salah satu fokus kami. Melalui latihan ini, kami ingin membentuk anggota Satlinmas yang tidak hanya disiplin, tetapi juga mampu bekerja dalam tim dengan koordinasi yang baik. Hal ini sangat penting untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul selama proses Pilkada,” tambah Suriadi Suhar.
Penjabat Bupati Bombana, dalam pidato penutupnya, menggarisbawahi pentingnya peran Satlinmas dalam mendukung keberhasilan Pilkada Serentak 2024. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan situasi yang kondusif selama masa pemilihan.
“Satlinmas adalah salah satu garda terdepan dalam menjaga ketertiban masyarakat. Dengan pelatihan ini, saya yakin mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan profesional. Mari kita bersama-sama sukseskan Pilkada ini demi kemajuan Kabupaten Bombana,” ujar Edy Suharmanto di hadapan peserta.
Pelatihan Peningkatan SDM ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga simbol dari persiapan serius Kabupaten Bombana dalam menghadapi momen penting Pilkada Serentak 2024. Dengan kapasitas yang semakin meningkat, Satlinmas diharapkan mampu menjadi pelindung masyarakat yang tangguh, menjaga keamanan TPS, dan mendukung kelancaran proses demokrasi.
Selama tiga hari pelatihan, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Suara hentakan kaki mereka saat latihan PBB menjadi simbol kedisiplinan yang mulai terbangun. Semangat ini diharapkan terus terjaga hingga hari pemungutan suara tiba.

Kegiatan ini bukan hanya soal pelatihan teknis, tetapi juga soal membangun kepercayaan masyarakat. Dengan Satlinmas yang lebih terlatih dan siap menghadapi tantangan, diharapkan Pilkada di Kabupaten Bombana dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan damai.
Saat pelatihan ditutup, ada harapan besar yang tersemat di balik wajah lelah para peserta—harapan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan menjadi bagian dari sejarah demokrasi yang sukses di Bombana.

