Uncategorized

Pj Bupati Bombana Hadiri Rapat IV Majelis Sinode Gepsultra untuk Perkokoh Kebersamaan

136
×

Pj Bupati Bombana Hadiri Rapat IV Majelis Sinode Gepsultra untuk Perkokoh Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Bombana, A-1.Info / – Dalam suasana khidmat dan penuh semangat, Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menghadiri Rapat IV Majelis Sinode Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (Gepsultra) yang berlangsung di Gereja Tondowatu, Kasipute, Kecamatan Rumbia. Dengan tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir,” rapat ini menjadi momen penting bagi Gepsultra dalam memperkuat visi dan misi pelayanan mereka.Rabu (08/01/2025)

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Forkopimda, pejabat eselon II, tokoh agama, pimpinan gereja, dan pejabat pemerintah daerah lainnya. Agenda ini menyoroti pentingnya kolaborasi antar elemen masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dalam keberagaman.

Rapat Majelis Sinode kali ini mengangkat subtema yang relevan dengan konteks kebangsaan, yakni “Bersama Seluruh Warga Gepsultra Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil, dan Sejahtera bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Subtema ini mencerminkan komitmen gereja untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang damai, toleran, dan inklusif.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bombana menyampaikan apresiasi atas kontribusi Gepsultra dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bombana, terutama dalam mempererat kerukunan umat beragama dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang sejahtera, toleran, dan damai. Kami sangat menghargai peran strategis gereja sebagai mitra pemerintah dalam membangun kehidupan sosial-ekonomi yang lebih baik,” ujar Edy Suharmanto.

Pj. Bupati Edy Suharmanto menekankan bahwa kemajemukan masyarakat Bombana—yang terdiri dari beragam agama, suku, dan budaya—adalah kekuatan utama dalam membangun daerah. Keharmonisan kehidupan beragama di Bombana, menurutnya, merupakan modal besar untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama, termasuk warga gereja. Dengan menjaga kerukunan di tengah keberagaman, kita telah membangun pondasi yang kokoh untuk kemajuan Bombana,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya rapat ini sebagai forum refleksi dan pengambilan keputusan yang menyelaraskan visi pelayanan gereja dengan kebutuhan warga jemaat. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, gereja diharapkan mampu memperkuat misi pemberdayaan dan menjadi teladan dalam kehidupan sosial.

Dalam acara ini, Pj. Bupati juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Gepsultra yang berfokus pada penguatan spiritual dan sosial masyarakat. Ia berharap kegiatan-kegiatan gereja dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan umat dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana menyerahkan bantuan sebesar 150 juta rupiah untuk pembangunan Gereja Jemaat Tondowatu di Kasipute. Bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan fasilitas keagamaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi dukungan fisik, tetapi juga simbol kerja sama yang harmonis antara gereja dan pemerintah daerah. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Edy Suharmanto.

Rapat IV Majelis Sinode Gepsultra ditutup dengan pembentukan komitmen bersama antara gereja dan pemerintah daerah. Komitmen ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kerukunan umat beragama hingga kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi ini, diharapkan gereja dan pemerintah dapat terus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan, Kabupaten Bombana dapat menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman.

Acara ini menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Dengan semangat yang sama, gereja dan pemerintah terus melangkah maju, menjadikan kebersamaan sebagai kunci utama untuk mencapai visi besar bagi Bombana dan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *