Bombana, A-1.Info / – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat layanan publik berbasis data digital kembali dibuktikan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bombana resmi memperpanjang kerja sama strategis dalam pemanfaatan data kependudukan untuk verifikasi digital identitas anggota perpustakaan.07/7/2025
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Ruang Kerja Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bombana. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Pemanfaatan Data Disdukcapil, Sri Patonah, S.Kom, bersama tim teknis Sugiatno, S.Si., MT, yang hadir mewakili Kepala Disdukcapil Firdaus, S.Pd., MM. Sementara dari pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip, turut hadir langsung Kepala Dinas Alfian Pimpie, SH., MAP, didampingi Kabid Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Hj. Nurlela, S.Ag., M.Si., serta Admin Hak Akses Sitti Hawa, SH.
Integrasi Data untuk Layanan yang Lebih Akurat dan Efisien
Perpanjangan kerja sama ini memberi kewenangan kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Bombana untuk mengakses data kependudukan secara by name, by address, dan by NIK melalui Webportal Dukcapil. Akses ini memungkinkan proses verifikasi data identitas anggota perpustakaan secara real-time dan valid, memastikan setiap pengguna layanan terdaftar dengan identitas yang sah.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Persetujuan Perpanjangan Pemanfaatan Data Kependudukan Nomor 400.8.1.2/1191/Dukcapil yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kerja sama ini mengacu pada dua dasar hukum utama:
- Permendagri Nomor 17 Tahun 2023 tentang Hak Akses Data Kependudukan.
- Permendagri Nomor 57 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Melalui landasan hukum tersebut, sinergi antarinstansi ini menjadi bagian penting dari transformasi digital di sektor pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan data dan identitas masyarakat.
Data Akurat untuk Budaya Literasi yang Terpercaya
Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus, S.Pd., MM, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada efisiensi administrasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan validitas data warga.
“Kerja sama ini mendukung budaya literasi berbasis data yang akurat. Akses ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga bentuk perlindungan data dan identitas masyarakat,” ujar Firdaus dalam keterangannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bombana, Alfian Pimpie, SH., MAP, menyampaikan bahwa pemanfaatan Webportal Dukcapil akan sangat membantu percepatan proses registrasi dan pengelolaan anggota.
“Dengan akses Webportal, kami dapat memverifikasi identitas calon anggota dengan cepat. Ke depan, layanan perpustakaan bisa lebih tertib, akurat, dan berbasis data resmi,” ungkapnya.
Menjaga Keamanan Informasi dan Integritas Data
Dukungan teknis dari Disdukcapil juga memastikan bahwa akses data dilakukan secara aman dan sesuai prosedur. Kabid Pemanfaatan Data Disdukcapil, Sri Patonah, S.Kom, menegaskan pentingnya menjaga prinsip kerahasiaan dan otorisasi data dalam setiap proses verifikasi.
“Kami terus berupaya agar setiap OPD pengguna akses tetap mematuhi standar keamanan informasi. Sistem ini dirancang untuk menjaga kerahasiaan data serta memastikan akses hanya diberikan kepada pihak yang berwenang,” jelas Sri Patonah.
Senada dengan itu, Kabid Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Hj. Nurlela, S.Ag., M.Si., menyebut bahwa integrasi sistem ini menjadi solusi nyata dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih modern dan efisien.
“Ini sangat membantu kami. Proses pendaftaran dan pengaturan data anggota akan lebih cepat dan valid, serta mendukung digitalisasi layanan perpustakaan,” ujarnya.
Sinergi untuk Transformasi Digital Layanan Publik
Melalui perpanjangan kerja sama ini, kedua instansi berharap dapat mengembangkan sistem integrasi yang lebih luas di masa mendatang. Rencana ke depan mencakup pengembangan layanan perpustakaan digital, termasuk sistem peminjaman buku online, pelacakan koleksi, hingga pelaporan berbasis dashboard data anggota yang terhubung langsung dengan database kependudukan.
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model sinergi antar-OPD dalam memanfaatkan hak akses data kependudukan secara optimal dan bertanggung jawab. Dengan sistem yang transparan dan berbasis validasi digital, pelayanan publik di Kabupaten Bombana diharapkan semakin efisien, akuntabel, dan terpercaya.
Sinergi antara Disdukcapil dan Dinas Perpustakaan serta Arsip Bombana membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci menuju pelayanan publik yang adaptif dan berdaya saing. Melalui pemanfaatan data kependudukan yang akurat, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem layanan yang modern, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat digitalisasi dan integritas data, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Bombana yang cerdas, transparan, dan literat

