Uncategorized

Pemprov Sultra dan Pemkab Bombana Sepakati Langkah Strategis Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Musrenbang 2025

626
×

Pemprov Sultra dan Pemkab Bombana Sepakati Langkah Strategis Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Musrenbang 2025

Sebarkan artikel ini
Astuti Achmad, S.Pt., MM Kasubag Perencanaan dan Keuangan DLH Kabupaten Bombana (kedua dari kiri)
Astuti Achmad, S.Pt., MM Kasubag Perencanaan dan Keuangan DLH Kabupaten Bombana (kedua dari kiri)

Bombana,A-1.Info / Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan hidup memasuki babak baru. Pada Sabtu, 12 April 2025, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan antara Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, Bappeda Kabupaten Bombana, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana. Agenda ini menjadi forum penting dalam menyepakati arah kebijakan dan target indikator lingkungan hidup untuk tahun 2025 dan 2026.

Diskusi teknis yang berlangsung intensif ini melibatkan sejumlah pejabat strategis. Di antaranya adalah Mutiah Ilmi Darajat Haq, S.Kom., M.Si (Penelaah Teknis Kebijakan Bappeda Provinsi Sultra), Ir. H. Takdir, M.Si (Perencana Ahli Muda DLH Provinsi Sultra), Linda Margaret, S.IP., M.A.P (Analis Keuangan Pusat dan Daerah Bappeda Kabupaten Bombana), serta Astuti Achmad, S.Pt., MM (Kasubag Perencanaan dan Keuangan DLH Kabupaten Bombana).

Membahas Angka, Menetapkan Arah

Salah satu hasil paling krusial dari pertemuan ini adalah kesepakatan atas target indikator strategis di bidang lingkungan hidup. Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Bombana pada 2024 tercatat pada angka 79,021. Namun, target tahun 2025 justru mengalami penyesuaian ke angka 76,10 sebelum ditingkatkan kembali pada 2026 menjadi 79,54. Penyesuaian ini mempertimbangkan dinamika metodologis pengukuran serta kondisi faktual di lapangan.

Indikator lainnya seperti Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati ditetapkan stagnan di angka 0,525 untuk tahun 2025 dan 2026. Sedangkan Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah ditargetkan naik dari 35% pada 2024 menjadi 38% di 2025, dan 39% pada 2026. Demikian pula, proporsi rumah tangga yang mendapatkan layanan pengumpulan sampah ditarget tetap di angka 30% pada 2025, lalu melonjak ke 38% pada 2026.

Persentase penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi salah satu sorotan utama, dengan target peningkatan bertahap dari 29% pada 2024, menjadi 29,09% di 2025 dan 29,30% di 2026.

Langkah Teknis dan Kegiatan Prioritas

Untuk mengakselerasi pencapaian target tersebut, disepakati pula sejumlah sub-kegiatan prioritas yang akan dijalankan lintas sektor. Antara lain:

  • Pemantauan kualitas lingkungan terhadap media tanah, air, udara, dan laut, termasuk pengumpulan dan analisis data indeks kualitas air, udara, lahan, ekosistem gambut, dan air laut.
  • Pengambilan dan pengujian sampel parameter kualitas lingkungan yang dilaksanakan secara berkala dan terukur.
  • Optimalisasi penanganan sampah melalui proses pengangkutan, pengumpulan, serta pengolahan di berbagai fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R, PDU, TPST, SPA, PLTSa, RDF, hingga bank sampah.
  • Penguatan sistem pemrosesan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) skala kabupaten maupun regional untuk memastikan limbah tersalurkan dengan baik dan sesuai peraturan.

Sinergi dan Digitalisasi Perencanaan

Kesepakatan penting lainnya adalah keputusan untuk melanjutkan proses penginputan target indikator ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Hal ini menandakan komitmen bersama untuk mendigitalisasi proses perencanaan dan pengawasan agar lebih transparan, terukur, dan mudah diakses lintas instansi.

Langkah ini menegaskan sinergi antara Pemprov Sultra dan Pemkab Bombana bukan hanya dalam perencanaan, tapi juga pada aspek implementasi dan pengawasan. Dengan adanya indikator yang terukur dan sistem pengelolaan yang terintegrasi, diharapkan upaya pelestarian lingkungan hidup di Bombana bisa berlangsung lebih efektif dan adaptif terhadap perubahan.

Rapat koordinasi ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan lingkungan hidup yang berbasis data, terencana, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar target angka, pertemuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan kini semakin diposisikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Dan Bombana, dengan segala potensinya, siap melangkah ke masa depan yang lebih hijau dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *