Terkini

Pembangunan Jembatan Langkowala yang Dinantikan Masyarakat Akhirnya Terealisasi Tahun Ini

918
×

Pembangunan Jembatan Langkowala yang Dinantikan Masyarakat Akhirnya Terealisasi Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

Kendari,A-1.Info / – Kabar gembira datang bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya warga Kabupaten Bombana dan Konawe Selatan. Pembangunan Jembatan Langkowala yang telah lama dinantikan akhirnya dipastikan akan mulai dikerjakan pada tahun 2025. Proyek ini akan dibiayai dengan anggaran lebih dari Rp15 miliar oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepastian tersebut disampaikan oleh pihak BPJN saat menerima audiensi dari Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) yang menggelar aksi demonstrasi di Kantor BPJN, Kota Kendari, Senin (6/1/2025). Aksi ini menjadi puncak dari serangkaian upaya panjang LKPD dalam mengawal percepatan pembangunan jembatan strategis tersebut.

Jembatan Langkowala memiliki peran vital sebagai penghubung utama antara Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan. Selama bertahun-tahun, kondisi jembatan lama semakin memburuk dan dinilai tidak layak untuk dilalui. Bahkan, beberapa laporan menyebutkan adanya ancaman keselamatan bagi pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut, terutama saat musim hujan.

Direktur LKPD, Muh. Arham, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti mendorong pemerintah untuk menjadikan pembangunan Jembatan Langkowala sebagai prioritas utama.

“Jembatan Langkowala adalah pintu masuk satu-satunya dari Bombana melalui jalur Konawe Selatan. Karena itu, sejak awal kami memberikan tekanan kepada pemerintah agar pembangunan ini segera diwujudkan. Alhamdulillah, tahun ini pemerintah akhirnya merespons aspirasi masyarakat,” ujar Muh. Arham.

Menurut Arham, perjuangan LKPD tidaklah mudah. Lembaga tersebut telah menginisiasi berbagai aksi, mulai dari audiensi hingga dua kali gerakan massa, demi memastikan suara masyarakat terdengar oleh pemerintah.

“Situasi jembatan ini sudah sangat tidak kondusif. Karena itu, kami melakukan segala cara agar pembangunan bisa terealisasi. Syukur, tahun ini pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp15 miliar untuk pembangunannya,” tambahnya.

Masyarakat menyambut antusias kabar ini. Selain memperbaiki konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan baru diharapkan mampu menjadi penggerak roda ekonomi, khususnya bagi warga Bombana dan Konawe Selatan. Akses transportasi yang lebih aman dan lancar dipercaya akan mempermudah mobilitas warga serta distribusi hasil bumi dan komoditas lokal.

Pada aksi damai di Kendari, pihak BPJN menyampaikan bahwa pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat. Meski belum ada detail teknis terkait proyek tersebut, pengumuman ini memberikan harapan besar bagi masyarakat yang sudah bertahun-tahun menanti jembatan yang lebih layak dan aman.

“Alhamdulillah, pihak BPJN sudah memastikan Jembatan Langkowala akan mulai dikerjakan tahun ini,” tandas Arham penuh syukur.

Jembatan Langkowala bukan hanya sebuah infrastruktur penghubung, tetapi simbol vitalitas dan harapan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Dengan terealisasinya proyek ini, cita-cita masyarakat untuk memiliki akses yang layak dan aman segera menjadi kenyataan.

Seiring dimulainya proyek besar ini, perhatian masyarakat akan terus tertuju pada pelaksanaannya. Mereka berharap pembangunan berlangsung lancar dan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan. Pembangunan Jembatan Langkowala menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang diperjuangkan dengan gigih dapat berbuah nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *