Uncategorized

Musyawarah Adat Rumpun Keluarga Besar Kerajaan Moronene Keuwia: Soroti Masa Depan Suku dan Kepemimpinan Raja

1522
×

Musyawarah Adat Rumpun Keluarga Besar Kerajaan Moronene Keuwia: Soroti Masa Depan Suku dan Kepemimpinan Raja

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info / — Musyawarah Adat Rumpun Keluarga Besar Kerajaan Moronene Keuwia yang diselenggarakan di Hotel Rahmat Kasipute berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai adat. Forum ini menjadi momentum penting bagi para tokoh adat, sesepuh, dan perwakilan rumpun keluarga besar Moronene Keuwia untuk menyuarakan aspirasi serta keprihatinan terhadap masa depan suku Moronene dan arah kepemimpinan kerajaan saat ini.Minggu (18/05/2025)

Dalam musyawarah yang dihadiri secara luas oleh masyarakat adat, sejumlah isu strategis dibahas secara mendalam. Fokus utama musyawarah adalah merumuskan langkah-langkah konkret untuk menjaga kelestarian budaya, memperkuat hak-hak adat, dan mempertahankan kedaulatan wilayah suku Moronene. Para tokoh adat menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat adat.

Salah satu agenda paling krusial dalam musyawarah ini adalah evaluasi terhadap kepemimpinan Raja Moronene Alpian Pimpie, SH, MH, yang saat ini menjabat sebagai raja Kerajaan Moronene Keuwia. Berdasarkan evaluasi internal, muncul ketidakpuasan mendalam terhadap kebijakan dan tindakan yang dianggap tidak mencerminkan semangat pengabdian serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Kritik utama yang mencuat adalah dugaan penyelewengan kekuasaan dalam bentuk penjualan lahan-lahan adat yang seharusnya dilindungi dan diwariskan. Beberapa bukti berupa salinan dokumen dan perjanjian jual beli tanah yang diduga tidak sah telah disampaikan secara terbuka. Bahkan, terungkap pula dugaan pemalsuan tanda tangan dalam proses alih fungsi lahan adat, yang memicu kekecewaan mendalam dari berbagai pihak dalam keluarga besar Moronene Keuwia.

Para peserta musyawarah menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah leluhur serta pelanggaran terhadap hukum adat. Oleh sebab itu, forum menyerukan pembentukan Tim Investigasi Adat Independen untuk menyelidiki dan menindaklanjuti seluruh dugaan pelanggaran secara menyeluruh dan adil.

Musyawarah ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk evaluasi terbuka atas legitimasi kekuasaan Raja Moronene Alpian Pimpie, SH, MH, serta dorongan untuk memilih pemimpin baru yang lebih amanah, jujur, dan berkomitmen terhadap pelestarian budaya serta perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Acara ditutup dengan pembacaan Pernyataan Sikap Bersama yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat dan menyerukan seluruh masyarakat Moronene untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan musyawarah ini, Rumpun Keluarga Besar Kerajaan Moronene Keuwia membuktikan bahwa suara adat masih memiliki kekuatan untuk menata ulang arah kepemimpinan dan memperjuangkan masa depan suku Moronene berdasarkan kearifan lokal dan komitmen kolektif terhadap warisan leluhur.(TEGAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *