Bombana,A-1,Info | – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Perikanan baru-baru ini resmi menjalin kemitraan dengan Dinas Perikanan Kota Baubau, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan pokok, khususnya komoditas perikanan, di kedua wilayah. Penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) tersebut berlangsung bersamaan dengan perayaan hari jadi Kota Baubau yang ke-483 di Pelataran Kotamara, pada Kamis, 17 Oktober 2024. Momen perayaan ini menjadi semakin bermakna dengan adanya kesepakatan penting yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi di daerah.
Kolaborasi untuk Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Pangan
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bombana, Ir. Muhammad Siarah, M.Si, menyampaikan optimismenya atas kerja sama ini. Ia menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi solusi dalam mengatasi tantangan distribusi komoditas pangan, terutama untuk menjaga stabilitas inflasi di daerah masing-masing. “Kerja sama ini memungkinkan daerah yang menerima pasokan, dalam hal ini Baubau, untuk selalu memiliki ketersediaan pangan pokok perikanan bagi masyarakatnya, sementara daerah yang menyuplai, yakni Bombana, dapat memperluas pangsa pasarnya dengan harga yang wajar dan menguntungkan,” ujarnya.
Muhammad Siarah menambahkan bahwa kolaborasi ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, terutama dalam menciptakan keseimbangan antara kebutuhan dan penyediaan. Dengan terbukanya pangsa pasar baru bagi produk-produk perikanan Bombana, diharapkan komoditas ini dapat dipasarkan dengan harga yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Kerjasama ini juga menunjukkan adanya koordinasi lintas wilayah dalam pengelolaan komoditas pangan yang efektif, sehingga inflasi dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Komitmen Baubau dalam Memastikan Kelancaran Distribusi
Dari sisi Kota Baubau, Kepala Dinas Perikanan Yulia Widiarti menegaskan bahwa PKS ini akan membuka peluang bagi daerahnya untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan lebih terjamin. “Melalui PKS ini, Kota Baubau memiliki kewajiban untuk menyediakan pangsa pasar bagi komoditas perikanan dari Bombana, serta memberikan kemudahan akses dalam pendistribusian dengan harga yang wajar dan saling menguntungkan,” jelas Yulia.
Ia menyebutkan bahwa kerjasama ini bukan sekadar transaksi ekonomi biasa, namun juga sebagai upaya memperkuat sinergitas koordinasi antar daerah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, serta terjangkau oleh masyarakat. Yulia berharap bahwa dengan adanya PKS ini, distribusi pangan pokok akan menjadi lebih lancar dan lebih terencana, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Baubau dengan lebih baik.

Langkah Strategis dalam Pembangunan Potensi Komoditas Daerah
Selain memastikan stabilitas harga dan distribusi, PKS ini juga membuka peluang pengembangan potensi komoditas unggulan di kedua wilayah. Baubau akan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung proses pendistribusian yang efisien, sementara Bombana dapat mengembangkan komoditas perikanannya secara lebih optimal. Langkah ini juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan perekonomian lokal dari sektor perikanan.
Melalui kerjasama ini, kedua belah pihak berharap dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam mencapai stabilitas ekonomi di tengah tantangan inflasi yang kian meningkat. Masyarakat Baubau dan Bombana kini dapat menantikan dampak positif dari sinergi yang terjalin antara pemerintah kedua wilayah ini, khususnya dalam menciptakan distribusi pangan yang lancar, harga yang stabil, serta pemenuhan kebutuhan komoditas yang berkelanjutan.
Kerjasama strategis ini membuktikan bahwa koordinasi lintas wilayah dapat menjadi solusi inovatif untuk menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di sektor pangan pokok. Pemerintah Kabupaten Bombana dan Kota Baubau berharap, dengan adanya kemitraan ini, inflasi dapat lebih terkendali, ketahanan pangan terjaga, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.

