Bombana, A-1.Info / – Aula Rapat Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Kabupaten Bombana pagi itu tampak berbeda. Suasana hangat namun penuh keseriusan menyelimuti ruangan ketika Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., didampingi Kepala Dinas Kominfos Abdul Muslikh, S.Pd., M.P.W., menyambut kunjungan penting dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka Visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) keterbukaan informasi publik di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kabupaten Bombana.Senin (03/11/2025)
Kegiatan visitasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Informasi Sultra Hasmansyah Umar, bersama Komisioner Divisi Kelembagaan dan Tata Kelola Andi Ulil Amri serta jajaran KI Sultra. Visitasi ini merupakan tahap akhir dari rangkaian evaluasi yang dilakukan setelah proses verifikasi jawaban dari seluruh badan publik. Kabupaten Bombana sendiri menjadi salah satu dari empat besar daerah dengan nilai tertinggi untuk kategori PPID Utama kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Hasil visitasi inilah yang nantinya akan menentukan peringkat akhir keterbukaan informasi publik di tingkat provinsi.
Komitmen Bupati Burhanuddin: Keterbukaan Bukan Sekadar Penilaian
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komisi Informasi Sultra atas perhatian dan kepercayaannya terhadap Kabupaten Bombana. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik bukan hanya sebatas kewajiban administratif, melainkan wujud nyata dari pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
“Tahun lalu, Bombana berhasil meraih Predikat Informatif dan peringkat pertama se-Sultra. Namun bagi kami, predikat itu bukanlah garis finish, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami ingin terus memperkuat sistem pelayanan informasi publik agar masyarakat semakin mudah, cepat, dan tepat dalam mengakses informasi,” ujar Bupati dengan penuh keyakinan.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah yang berkomitmen memberikan pelayanan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Lebih dari itu, Burhanuddin menekankan bahwa keterbukaan informasi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Transparansi membuat masyarakat tahu bahwa pemerintah benar-benar bekerja untuk mereka. Karena itu, saya sudah instruksikan seluruh OPD agar mengaktifkan akun media sosial resmi masing-masing dan rutin mempublikasikan kegiatan yang dilakukan. Dengan begitu, publik tidak hanya melihat hasil, tetapi juga proses kerja pemerintah yang nyata,” tegasnya.
Langkah tersebut, lanjut Burhanuddin, juga menjadi bagian dari upaya mencegah disinformasi dan hoaks yang kerap muncul akibat minimnya akses informasi resmi dari lembaga pemerintah.
Evaluasi untuk Tumbuh Lebih Baik
Visitasi Monev ini, menurut Bupati, bukan hanya sekadar ajang penilaian, melainkan ruang refleksi dan pembelajaran. “Kami memandang kegiatan ini sebagai kesempatan penting untuk dievaluasi, memperbaiki, dan tumbuh menjadi lebih baik. Kami ingin Bombana terus menjadi pelopor keterbukaan informasi publik di bumi anoa,” tuturnya penuh optimisme.
Di hadapan para komisioner KI Sultra, Bupati juga menegaskan tekadnya untuk menjadikan Bombana sebagai contoh daerah yang tidak hanya unggul dalam capaian, tetapi juga konsisten dalam implementasi prinsip keterbukaan.
Apresiasi dari Komisi Informasi Sultra
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Informasi Sultra Hasmansyah Umar menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Bupati Bombana dalam kegiatan ini. Menurutnya, hal itu mencerminkan dukungan nyata dari pimpinan daerah terhadap keterbukaan informasi publik, yang menjadi indikator penting dalam penilaian nasional.
“Komitmen kepala daerah adalah pondasi utama dalam membangun budaya transparansi di birokrasi. Kehadiran Bupati hari ini menunjukkan bahwa Bombana memiliki keseriusan untuk mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab kepada publik,” ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KI Sultra Andi Ulil Amri mengungkapkan bahwa hasil awal dari tahapan Monev menunjukkan PPID Utama Kabupaten Bombana memiliki peluang besar untuk mempertahankan predikat informatif dan posisi puncak peringkat se-Sultra.
“Kami melihat sinergi antara pimpinan dan perangkat daerah di Bombana berjalan sangat baik. Dokumentasi, layanan informasi, dan keterlibatan publiknya terkelola dengan profesional. Jika konsistensi ini terus dijaga, Bombana akan tetap menjadi teladan bagi daerah lain,” ungkapnya.
Keterbukaan Sebagai Cermin Pemerintahan Modern
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Bombana tidak hanya berorientasi pada pencapaian administratif, tetapi juga berkomitmen membangun sistem pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan modern. Dengan dukungan teknologi informasi dan budaya komunikasi terbuka, Bombana terus memperkuat posisinya sebagai daerah yang menjunjung tinggi hak masyarakat untuk tahu dan berpartisipasi dalam pembangunan.
“Keterbukaan informasi adalah wajah kepercayaan publik. Ketika pemerintah terbuka, masyarakat merasa dilibatkan. Dan di situlah kepercayaan tumbuh,” ujar Bupati Burhanuddin menutup kegiatan dengan nada reflektif.
Visitasi Komisi Informasi Sultra diakhiri dengan dialog santai antara para komisioner dan jajaran Kominfos Bombana, diwarnai semangat kebersamaan untuk terus memperkuat layanan informasi publik. Di balik ruang yang sederhana, tersirat pesan besar bahwa transparansi bukan hanya nilai, tetapi budaya yang harus dijaga.
Dengan langkah teguh dan visi yang jelas, Bombana melangkah menuju masa depan pemerintahan yang terbuka, dipercaya, dan dicintai rakyatnya.

