Bombana,A-1.Info / – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana menugaskan 68 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2025 untuk mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Tugas Nomor 000.1.2.3/3975/2025 yang ditandatangani oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, pada 14 Juli 2025.
Kepala BKPSDM Bombana, Deddy Fan Alva Slamet, ST., MM., saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Senin, 16 Juni 2025, menjelaskan bahwa peserta Latsar tahun ini dibagi ke dalam tiga gelombang. Gelombang pertama diikuti 40 peserta, gelombang kedua 20 peserta, dan gelombang ketiga 8 peserta. Pembagian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kuota pelatihan yang ditetapkan oleh BPSDM Provinsi Sultra serta memastikan proses pendampingan peserta berjalan lebih efektif.
Deddy menerangkan bahwa seluruh peserta akan menjalani pembelajaran dengan metode blended learning, yaitu sistem pelatihan yang memadukan proses tatap muka dan pembelajaran daring. Menurutnya, metode ini memberikan fleksibilitas sekaligus memperkuat kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, yang kini menjadi tuntutan wajib dalam birokrasi modern.
“Metode blended learning memungkinkan peserta belajar tidak hanya melalui kelas langsung, tetapi juga melalui platform digital seperti video conference, e-learning, Google Classroom, dan berbagai Learning Management System. Ini penting karena ASN masa kini harus adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Deddy.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS bukan sekadar memenuhi persyaratan pengangkatan menjadi PNS, namun menjadi bagian dari pembentukan kompetensi dasar, karakter, serta integritas ASN. Melalui sistem pembelajaran yang lebih dinamis, para peserta diharapkan mampu memahami nilai-nilai ASN BerAKHLAK serta menerapkannya dalam tugas sehari-hari setelah kembali ke unit kerja masing-masing.
Menurut Deddy, penggunaan metode modern ini juga sejalan dengan arah pembangunan SDM aparatur yang berorientasi pada birokrasi 4.0. Pemanfaatan teknologi informasi bukan hanya mempercepat proses belajar, tetapi juga meningkatkan kapasitas peserta dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin digital.
“Pelatihan dengan sistem blended learning adalah wujud transformasi birokrasi 4.0. Teknologi informasi telah menjadi bagian integral dalam peningkatan kompetensi aparatur. Karena itu, kami berharap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan sebagai formalitas, tetapi benar-benar menguasai materi dan mengaktualisasikannya,” jelasnya.
Latsar CPNS 2025 dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu dengan pola belajar yang disesuaikan kebutuhan peserta dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana. BKPSDM Bombana menargetkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pelatihan tepat waktu dan memenuhi seluruh komponen penilaian, termasuk proyek aktualisasi yang menjadi syarat utama kelulusan.
Dengan diterjunkannya 68 peserta ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kualitas sumber daya aparatur semakin meningkat sehingga pelayanan publik ke masyarakat dapat berjalan lebih profesional, cepat, dan akuntabel. Deddy menambahkan bahwa pihaknya akan terus memonitor perkembangan pelaksanaan Latsar serta memberi dukungan kepada peserta selama proses pelatihan berlangsung.

