Uncategorized

Sekda Bombana Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

6
×

Sekda Bombana Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Sebarkan artikel ini

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Bombana menjadi momentum memperkuat semangat persatuan dan komitmen bersama untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bombana,A-1.Info / — Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dalam sebuah upacara. Nilai-nilainya justru diuji dalam kehidupan sehari-hari, ketika masyarakat dihadapkan pada perbedaan, kepentingan, dan berbagai tantangan kebangsaan.
Pesan itulah yang terasa dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Bombana yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Bombana, Kamis, 1 Oktober 2026.
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bombana, para pejabat eselon II dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Pengurus TP PKK Kabupaten Bombana, guru, serta pelajar.
Salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara adalah pembacaan naskah ikrar oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bombana, Zalman, S.IP.
Ikrar tersebut menjadi simbol peneguhan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Namun, makna Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada pembacaan ikrar ataupun pelaksanaan upacara. Peringatan setiap 1 Oktober tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
Bagi daerah seperti Bombana yang memiliki keberagaman masyarakat, semangat persatuan menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial tetap harmonis. Perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan ketika dikelola dengan sikap saling menghargai.
Nilai gotong royong, persatuan, toleransi, keadilan, serta penghormatan terhadap sesama merupakan bagian dari pengamalan Pancasila yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan pemerintahan. Pesan yang dibawa dari halaman kantor pemerintahan tersebut harus mampu diterjemahkan dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan pemerintahan, sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Kehadiran para ASN, guru dan pelajar bersama unsur Forkopimda serta elemen lainnya juga memperlihatkan bahwa menjaga nilai kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok.
Ada tanggung jawab bersama untuk memastikan persatuan tetap terjaga di tengah dinamika masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun daerah. Pembangunan tidak hanya membutuhkan program dan anggaran, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan serta lingkungan sosial yang kondusif.
Di titik inilah Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna yang lebih luas. Ia bukan semata tentang mengenang masa lalu, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu bangsa tetap menjadi pegangan menghadapi persoalan hari ini dan tantangan masa depan.
Dari Bombana, peringatan 1 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa persatuan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya. Ia harus dirawat, dijaga, dan diwujudkan melalui sikap setiap warga negara.
Sebab, Pancasila akan benar-benar menjadi pemersatu bangsa ketika nilainya tidak hanya terdengar dalam ikrar dan upacara, tetapi terlihat dalam cara masyarakat hidup, bekerja sama, menghormati perbedaan, dan menjaga Indonesia tetap utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *