Ciputat,A-1.Info / — Suasana haru dan penuh keakraban menyelimuti Wisma Syahida Inn, Universitas Islam Negeri Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026. Sebanyak 250 aktifis lintas organisasi mahasiswa era 2000-an berkumpul dalam agenda Temu Kangen Aktifis Ciputat yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas generasi, sekaligus momentum refleksi kebangsaan di bulan Ramadhan.
Agenda yang digagas secara sederhana itu berawal dari pertemuan lima hingga tujuh aktifis yang merindukan suasana diskusi dan kebersamaan khas Ciputat. Ketua panitia, Muh. Arham, Alumni UIN Jakarta 2004, menjelaskan bahwa ide memperluas lingkar silaturahmi muncul secara spontan dan dipersiapkan dalam waktu relatif singkat.
“Sebagai yang dimandatkan menjadi ketua panitia, saya mengucapkan terima kasih atas respon positif dan kehadiran 250 aktifis lintas organisasi, baik dari PMII, IMM, HMI, FORKOT, LDK, serta berbagai organisasi primordial lainnya,” ujarnya. Ia menegaskan, kegiatan tersebut murni temu kangen dan ajang mempererat persaudaraan, tanpa kepentingan lain di luar semangat kebersamaan.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional turut memperkuat makna kegiatan ini. Undangan disampaikan kepada Ketua Umum IKALUIN, TB Ace Hasan Syadzily, serta Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. Selain itu, sambutan dari Pengurus IKAL UIN disampaikan oleh Sekretaris Jenderal IKAL UIN Jakarta, Rizaludin Kurniawan, yang saat ini menjabat sebagai Komisioner BAZNAS RI. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif silaturahmi tersebut sebagai bagian dari penguatan jejaring alumni yang produktif dan berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Adi Prayitno, alumni UIN Jakarta yang kini dikenal sebagai pemerhati demokrasi. Kehadirannya menambah warna diskusi ringan yang berkembang di sela-sela acara, terutama terkait dinamika demokrasi dan peran moral alumni perguruan tinggi dalam menjaga kualitas ruang publik.
Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari MRA Solid Indonesia. CEO MRA Solid Indonesia, Moch Ridwan Andreas, yang juga aktifis Ciputat era 2000-an, menekankan pentingnya menjaga romantisme pergerakan mahasiswa sebagai energi moral. Menurutnya, perbedaan latar organisasi tidak boleh menjadi sekat, melainkan kekuatan untuk memperkaya perspektif dalam pengabdian kepada bangsa.
“Ciputat pernah menjadi ruang dialektika yang keras namun hangat. Perbedaan warna organisasi tidak pernah memutus persaudaraan. Dari perbedaan itulah lahir kedewasaan berpikir dan sikap,” ujarnya.
Menjelang berbuka puasa, Prof. Amsal menyampaikan tausiyah yang mengajak para aktifis menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi dan penguatan nilai integritas. Doa bersama dipanjatkan, memohon keberkahan atas silaturahmi yang terjalin dan kontribusi yang terus diupayakan.
Sebagai wujud komitmen nyata, dalam kesempatan tersebut MRA memberikan dukungan sebesar Rp100 juta untuk pembangunan Gedung Nurcholis Madjid Center yang dirancang tiga lantai dan kini memasuki tahap finishing. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat ekosistem intelektual dan ruang dialog kebangsaan di Ciputat.
Temu Kangen Aktifis Ciputat menjawab pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana kegiatan ini digelar: oleh dan untuk alumni aktifis era 2000-an, pada 25 Februari 2026 di UIN Jakarta, sebagai ruang silaturahmi yang dirancang sederhana namun berdampak luas. Di tengah dinamika sosial politik yang terus berkembang, kebersamaan itu menghadirkan pesan optimisme bahwa persaudaraan dan nilai kebangsaan dapat terus dirawat lintas waktu dan generasi.


