ADVERTORIAL

HUT ke-2 Kerukunan Keluarga Buton Bombana Jadi Simbol Persatuan dan Harmoni di Wonua Bombana

45
×

HUT ke-2 Kerukunan Keluarga Buton Bombana Jadi Simbol Persatuan dan Harmoni di Wonua Bombana

Sebarkan artikel ini

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin tekankan pentingnya kebersamaan lintas etnis sebagai fondasi membangun daerah yang maju, damai, dan berbudaya.

Bombana, A-1.Info / — Langit pagi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks MTQ Bombana tampak bersahabat saat ratusan masyarakat memadati lokasi peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kerukunan Keluarga Buton Bombana (KKB-B). Deru angin lembut membawa nuansa kebersamaan yang kental di tengah semangat menjaga silaturahmi Minggu (02/11/2025)

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos. Turut mendampingi mereka sejumlah tokoh penting, di antaranya Sultan Buton ke-41 PYM Ir. H. La Ode Muhammad Sjamsul Qamar, M.T., IPU, Raja Moronene-Pauno Rumbia ke-VII Apua Mokole Alfian Pimpie, Ketua KKB-B Ramsi Rafiu, serta jajaran Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para undangan lainnya.

Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus perayaan identitas budaya. Rangkaian kegiatan diwarnai dengan sambutan, doa bersama, serta penampilan seni khas Buton dan Moronene yang menggambarkan keharmonisan antar-etnis di Bombana.

Bupati Burhanuddin Tekankan Persatuan Sebagai Kunci Kemajuan

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa kekuatan terbesar dalam membangun daerah adalah persatuan dan kebersamaan di antara seluruh lapisan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kemajuan daerah tidak akan pernah tercapai apabila perbedaan justru menjadi sumber perpecahan.

“Pembangunan hanya akan bermakna jika dilandasi semangat kebersamaan. Kebangkitan daerah kita, Bombana, akan semakin kuat apabila kita saling menopang, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan tanpa memandang latar belakang,” ucapnya penuh makna.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menanamkan rasa memiliki terhadap daerah ini. Ia menggambarkan Bombana sebagai “rumah besar bernama Wonua Bombana,” tempat berbagai suku dan budaya hidup berdampingan dalam damai.

“Kita boleh berasal dari berbagai suku, tapi di Bombana, kita semua adalah keluarga besar yang hidup dalam satu rumah, bekerja bersama untuk mewujudkan daerah yang sejahtera,” tegasnya disambut tepuk tangan hangat dari peserta acara.

Komitmen Pemerintah dalam Melestarikan Budaya

Lebih jauh, Bupati Burhanuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus memberikan ruang dan dukungan terhadap pelestarian kebudayaan daerah. Ia menyebut, kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi juga kekuatan moral dan spiritual yang memperkokoh jati diri masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berekspresi, berkreasi, dan mengembangkan seni serta budaya daerah. Nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur harus terus dijaga agar tidak tergerus zaman,” ujarnya.

Burhanuddin menilai kehadiran Kerukunan Keluarga Buton Bombana (KKB-B) memiliki peran strategis dalam mempererat persaudaraan lintas suku. Organisasi ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sarana memperkuat solidaritas sosial.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota KKB-B. Selama dua tahun terakhir, organisasi ini telah menjadi simbol persatuan dan wadah aspirasi masyarakat Buton di Bombana,” ujar Bupati.

KKB-B, Wadah Harmoni dalam Keberagaman

Ketua KKB-B, Ramsi Rafiu, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bombana atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Buton. Ia menegaskan bahwa KKB-B akan terus berperan aktif dalam memperkuat tali persaudaraan antar-etnis, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin menjadi bagian dari kemajuan Bombana. Melalui semangat gotong royong dan kekeluargaan, KKB-B berkomitmen untuk menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Sultan Buton ke-41, PYM Ir. H. La Ode Muhammad Sjamsul Qamar, dan Raja Moronene-Pauno Rumbia ke-VII Apua Mokole Alfian Pimpie menambah nilai historis acara tersebut. Kedua tokoh adat itu menggambarkan bahwa Bombana tidak hanya menjadi tempat bernaung, tetapi juga menjadi simbol pertemuan dua peradaban besar di Sulawesi Tenggara — Buton dan Moronene — yang telah lama hidup berdampingan dalam harmoni.

Momentum Refleksi dan Kebersamaan

Peringatan HUT ke-2 KKB-B bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi tentang pentingnya rasa saling menghargai di tengah keberagaman. Suasana haru terlihat saat para peserta menyanyikan lagu daerah dengan penuh kebanggaan, sementara para tokoh masyarakat saling bersalaman sebagai tanda persaudaraan yang kokoh.

Di akhir acara, Bupati Burhanuddin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada KKB-B dengan penuh harapan agar organisasi ini semakin maju dan menjadi panutan dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan.

“Selamat ulang tahun yang kedua untuk Kerukunan Keluarga Buton Bombana. Teruslah menjadi perekat dan penguat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Mari kita jaga harmoni ini demi Bombana yang lebih sejahtera dan berbudaya,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya acara tersebut, semangat persaudaraan semakin terasa di antara hadirin. Di bawah payung langit Bombana, perayaan sederhana itu menjadi simbol kuat bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirayakan — karena dari perbedaanlah, Bombana tumbuh menjadi daerah yang kokoh, inklusif, dan penuh kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *