ADVERTORIALTerkini

Yusran Akbar, ST : Dari Batuawu Menuju Pucuk Kepemimpinan Konawe

2596
×

Yusran Akbar, ST : Dari Batuawu Menuju Pucuk Kepemimpinan Konawe

Sebarkan artikel ini

Konawe, A-1.Info / – Di balik birunya laut dan rindangnya gugusan bukit di Desa Batuawu, Kabaena Selatan, sebuah kisah inspiratif tumbuh dalam diam. Desa kecil di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ini mungkin tak dikenal banyak orang, tapi dari sanalah Yusran Akbar—anak kampung yang kini resmi menjabat sebagai Bupati Konawe periode 2025–2030—memulai segalanya.

Yusran, lahir pada 11 Desember 1979, adalah sosok yang membuktikan bahwa asal-usul bukan batasan, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi. Dari desa pesisir yang terpencil, ia meniti jalan panjang, menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Konawe—daerah yang kini ia pimpin dengan mandat suara rakyat.

Sejak kecil, didikan dari sang ayah Masri Papua dan ibu Sri Wahyuni telah membentuk karakter kerja keras dan keteguhan dalam dirinya. Berbekal semangat juang yang tak lekang, Yusran mengawali langkahnya di SD Negeri 2 Anggaberi, lalu Madrasah Tsanawiah Negeri Unaaha, hingga SMA Negeri 1 Unaaha. Kemudian, ia menyelesaikan studi di Fakultas Teknik Universitas Lakidende (Unilaki) dan menyandang gelar Sarjana Teknik pada tahun 2004.

Namun, gelar hanyalah permulaan. Pada usia muda, saat masih menjadi mahasiswa, ia sudah memberanikan diri membuka usaha mobiler. Ketekunannya membawa hasil—ia melebarkan langkah ke dunia jurnalistik sebagai wartawan surat kabar umum di Konawe pada 2004. Tak lama kemudian, ia merambah dunia energi dan pertambangan, sektor yang kelak menjadi batu loncatan besar dalam kariernya.

Yusran dikenal sebagai pribadi yang visioner. Ia pernah menjabat sebagai Site Manager PT Korea Indonesia Power (2009), kemudian PT Yulan Pratama (2010). Ia pun menjadi Direktur Operasional CV Unaaha Bakti Persada, Komisaris PT Mushar Utama Sultra, Direktur Utama PT Unaaha Nikel Hydrous (UNH), dan Komisaris PT Unaaha Nikel Persada. Setiap peran ia jalani bukan hanya sebagai jabatan, melainkan medan pengabdian dan pembelajaran.

Bukan hanya di dunia usaha, Yusran juga aktif di berbagai organisasi strategis. Ia pernah menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Konawe 2021–2026 serta Anggota Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) 2020–2024. Komitmennya terhadap kemajuan daerah juga tercermin dalam perannya sebagai Ketua DPW Gibran Center Sulawesi Tenggara dan Ketua IKA Unilaki periode 2024–2028.

Puncaknya, pada Pilkada Konawe 2024, Yusran melangkah ke gelanggang politik sebagai calon bupati berpasangan dengan Syamsul Ibrahim, politisi PAN. Pasangan ini bukan hanya tampil sebagai opsi, tapi sebagai jawaban atas kebutuhan akan perubahan. Dukungan pun mengalir deras dari berbagai partai: Golkar, PAN, PKS, PBB, Perindo, Gelora, hingga Partai Ummat. Gabungan suara sah dari partai pengusung mereka pada Pemilu 2024 mencapai 64.124 suara.

Dan perjuangan mereka tak sia-sia. Berdasarkan hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe, pasangan Yusran–Syamsul berhasil meraih 64.296 suara, setara dengan 41,28 persen dari total suara sah. Mereka unggul di 13 dari 28 kecamatan, termasuk Unaaha (7.205 suara), Wawotobi (7.001 suara), Sampara (2.899 suara), hingga Soropia, Morosi, dan Puriala—menandakan jangkauan dukungan yang luas dan merata.

Apa yang membuat perjalanan ini luar biasa bukan hanya karena angka suara, tapi karena cerita di baliknya. Dari meja kayu di bengkel mobiler, dari ruang redaksi sederhana, dari tanah tambang hingga ruang-ruang rapat perusahaan energi, Yusran telah melewati tiap fase hidup dengan dedikasi penuh. Kini ia membawa pengalaman itu untuk membangun Konawe dari desa ke kota, dari pinggiran ke pusat.

Batuawu, kampung halamannya, bukan hanya titik awal geografis, melainkan simbol semangat: bahwa siapa pun, dari mana pun, bisa menjadi pemimpin bila membawa visi, keberanian, dan cinta kepada daerahnya.

Yusran Akbar bukan hanya Bupati Konawe. Ia adalah cerita hidup tentang bagaimana mimpi besar bisa tumbuh dari tempat kecil. Dan kini, ia bersiap membuka lembar baru bagi Konawe dan Sulawesi Tenggara, dengan kerja nyata yang telah dimulai bahkan sebelum namanya tercatat dalam surat suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *