Bombana,A-1.Info | – Di tengah gemuruh persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII di Solo Raya, sebuah kisah inspiratif lahir dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Tiga atlet difabel dari daerah ini—Sukri, Zakaria, dan Arsyad Pekko—melangkah dengan penuh keyakinan untuk mengharumkan nama kampung halaman mereka. Mereka bukan hanya bertanding demi prestasi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang semangat tanpa batas yang melampaui segala keterbatasan.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Bombana, Achmad Said Effendy, S.T., M.M., tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya saat berbicara tentang ketiga atlet tersebut. “Mereka telah melalui perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Kehadiran mereka di Peparnas ini adalah bukti bahwa semangat dan tekad bisa mengalahkan segala rintangan,” ujarnya dengan penuh emosi.
Sukri akan bertanding di cabang olahraga atletik, sementara Zakaria dan Arsyad Pekko siap berlaga di cabang tenis meja. Namun, jalan menuju Peparnas tidaklah mudah. Seleksi ketat, latihan intensif, dan tantangan fisik menjadi bagian dari proses panjang yang mereka jalani. Dalam setiap langkah, NPC Bombana terus memberikan dukungan penuh, memastikan para atlet ini tidak hanya siap secara fisik tetapi juga mental.
“Ini bukan hanya soal kompetisi,” ujar Achmad. “Peparnas adalah simbol semangat inklusi dan kesetaraan. Ketiga atlet kita ini membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi halangan untuk meraih mimpi dan membawa kebanggaan bagi Bombana.”
Bagi Achmad, kemenangan sejati bukan hanya soal berapa medali yang dibawa pulang. “Kemenangan adalah ketika kita mampu menunjukkan sportivitas, keberanian, dan sikap pantang menyerah di tengah kompetisi. Apa yang mereka lakukan hari ini adalah wujud dari kemenangan itu,” tegasnya.
Pesan ini pula yang ia sampaikan kepada Sukri, Zakaria, dan Arsyad sebelum keberangkatan mereka. Ia berharap mereka tetap percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan bertanding dengan penuh semangat. “Kalian membawa nama baik Bombana. Jadilah inspirasi bagi banyak orang,” pesannya.
Di balik keberhasilan para atlet ini, ada dukungan luar biasa dari berbagai pihak. Achmad memberikan apresiasi khusus kepada Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto, dan Sekretaris Daerah, Man Arfa, yang tak henti-hentinya memberikan dukungan moral maupun materiil. Selain itu, peran para pelatih, official, dan pengurus NPC Bombana menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan diri para atlet.
“Kami tidak bisa sampai di sini tanpa kerja keras semua pihak. Ini adalah hasil dari doa dan usaha bersama,” ungkap Achmad dengan penuh syukur.
Peparnas XVII adalah panggung besar, tetapi bagi ketiga atlet Bombana, ini adalah lebih dari sekadar kompetisi. Sukri, Zakaria, dan Arsyad bukan hanya bertanding untuk membawa pulang medali, tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari perjuangan.
Dengan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Bombana, ketiga atlet ini siap menunjukkan bahwa semangat manusia dapat mengatasi segala batasan. Mereka tidak hanya mewakili Bombana, tetapi juga menginspirasi Indonesia bahwa keberanian, kerja keras, dan mimpi adalah milik semua orang, tanpa kecuali.

