Bombana,A-1,Info / – Polsek Lantari Jaya, yang berada di bawah naungan Polres Bombana, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum mereka. Upaya ini merupakan implementasi nyata dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat pertanian lokal demi mendukung kemandirian pangan nasional.
Langkah konkrit tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman tanaman pangan di lahan masyarakat Desa Rarongkeu, yang dilaksanakan pada Kamis, 21 November. Acara ini dihadiri oleh Camat Lantari Jaya, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta warga setempat.
Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, S.H., CPM, yang akrab disapa Yoyo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi mencerminkan dedikasi Polri dalam mendukung program pemerintah sekaligus memajukan sektor pertanian lokal.
“Sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian serta menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Yoyo saat ditemui awak media di Mako Polsek Lantari Jaya, Rabu (8/1/2024).
Kapolsek Yoyo menyadari betul bahwa para petani di wilayahnya menghadapi beragam tantangan. Mulai dari keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern, kurangnya penyuluhan intensif, hingga akses pasar yang kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil. Menurutnya, kondisi ini memerlukan sinergi antara berbagai pihak untuk menemukan solusi yang tepat.
“Kami memahami bahwa tantangan yang dihadapi petani tidaklah mudah. Namun, percayalah, kami akan selalu berupaya mencari solusi untuk setiap permasalahan mereka. POLRI akan selalu hadir memberikan dukungan dan pendampingan bagi para petani,” tutur nya penuh keyakinan.
Menurut nya,sektor pertanian merupakan salah satu fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tidak akan bisa berjalan optimal tanpa kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Ia juga menekankan bahwa Polri bukan sekadar institusi penegak hukum, melainkan juga pendorong kesejahteraan masyarakat. Polri harus mampu menjadi motivator yang memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan dengan baik dan transparan di lapangan.
“Polri tidak hanya melaksanakan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai lembaga yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami terus berupaya memberikan dukungan hukum yang kuat kepada para petani agar mereka merasa aman dalam menjalankan kegiatan pertanian mereka,” jelasnya.
Yoyo juga menambahkan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus mereka jalankan. Pendekatan ini bertujuan membangun rasa percaya dan solidaritas antara masyarakat dan penegak hukum.
Kegiatan penanaman di Desa Rarongkeu menjadi simbol dari semangat pemberdayaan petani lokal. Selain mendorong produktivitas lahan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif. Dalam acara tersebut, para petani mendapat pendampingan langsung dari tim penyuluh pertanian lapangan.
“Salah satu tujuan utama kami adalah memastikan para petani mendapatkan edukasi dan fasilitas yang memadai untuk mengelola lahan mereka dengan cara yang lebih modern dan efisien,” imbuh nya.
Melalui program ini, Polsek Lantari Jaya berharap kontribusi mereka dapat menciptakan dampak positif jangka panjang. Dukungan Polri yang bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah Bombana.
Dengan hadirnya kepolisian di tengah masyarakat dalam kegiatan seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat. “Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat Polri sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang selalu siap membantu,” pungkas Yoyo.
Dari Desa Rarongkeu, semangat ketahanan pangan terus bergema sebagai simbol kuat bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga kerja sama dan komitmen semua pihak yang terlibat.

