HukrimTerkini

Petugas Pos Pam Lantari Jaya Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Desa Kalaero

285
×

Petugas Pos Pam Lantari Jaya Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Desa Kalaero

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info | – Keberanian dan respons cepat petugas Pos Pam Lantari Jaya berhasil menggagalkan upaya bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria berinisial KW (31), seorang petani asal Desa Kalaero,Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Peristiwa ini terjadi pada Minggu dini hari, 22 Desember 2024, sekitar pukul 00.12 WITA.

Peristiwa ini bermula ketika KW, yang mengalami konflik rumah tangga dengan istrinya, GS  (26), mendatangi rumah iparnya sekitar pukul 23.55 WITA. KW mencoba membujuk istrinya untuk pulang ke rumah, namun GS menolak karena mengaku sering mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dalam kondisi emosional,KW mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri hidup sebelum meninggalkan rumah iparnya. Merasa curiga, ipar KW menyusul ke rumahnya dan mendapati KW tengah bersiap melakukan percobaan bunuh diri dengan melilitkan tali di lehernya. Iparnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Pam Lantari Jaya sekitar pukul 00.10WITA.

Delapan personel Pos Pam Lantari Jaya yang terdiri dari gabungan anggota Polri,TNI dari Kodim Bombana, dan Satpol PP dari Pemda Bombana langsung bergerak menuju lokasi.Setibanya di rumah KW sekitar pukul 00.20 WITA,petugas mendapati KW sudah berada di atas kursi dengan tali melilit lehernya.Dengan cepat, petugas mendobrak pintu rumah, memotong tali menggunakan parang yang ada di dalam rumah, dan menenangkan KW yang dalam kondisi emosional. Setelahberhasil diselamatkan, KW dibawa ke Mapolsek Lantari Jaya untuk mendapatkan pendampingan dan perlindungan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dari Kapospam Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, SH.,CPM,percobaan bunuh diri ini dipicu oleh tekanan psikologis akibat permasalahan rumah tangga dan ekonomi. GS, istri KW, sebelumnya telah meninggalkan rumah sejak 17 Desember 2024 setelah konflik yang memanas. Pada 21 Desember, upaya KW untuk membawa istrinya pulang gagal, dan GS menegaskan keinginannya untuk bercerai.

“Konflik rumah tangga, ditambah dengan kondisi ekonomi yang sulit, menjadi faktor utama yang mendorong KW melakukan tindakan ini. Kami menemukan bahwa sebelum kejadian, KW sempat meminum delapan butir obat penghilang sakit kepala yang dicampur dengan minuman bersoda,” jelas IPDA Prasetyo.

Setelah penyelamatan, petugas memfasilitasi mediasi antara KW dan istrinya.Namun, GS tetap pada pendiriannya untuk tidak kembali karena sejarah KDRT yang dialaminya, termasuk tindakan KW yang pernah dengan sengaja membakar rumah.Meski mediasi belum menghasilkan solusi konkret, pihak berwenang terus memberikan pendampingan kepada KW untuk mencegah tindakan serupa di masa depan.

Pada pukul 08.00 WITA, personel Pos Pam bersama Bhabinkamtibmas Desa Kalaero kembali mengunjungi rumah KW untuk memastikan kondisinya stabil dan tidak ada upaya lanjutan.

Kapospam Lantari Jaya menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani kasus-kasus seperti ini. “ Kami tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga berupaya memberikan dukungan psikologis kepada pelaku. Ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa ada pihak berwenang yang siap membantu saat menghadapi tekanan berat,” ujar IPDA Prasetyo.

Kapospam juga menegaskan bahwa Pos Pam Lantari Jaya, yang dibentuk dalam rangka Operasi Lilin Anoa 2024 untuk pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru, akan terus mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Polres Bombana.

Dengan kejadian ini, aparat berharap masyarakat lebih proaktif melaporkan masalah atau konflik yang berpotensi membahayakan, baik kepada pihak kepolisian, TNI,maupun lembaga terkait lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *