Bombana, A-1.info – Dalam rangka merespons dinamika sosial dan politik nasional yang tengah meningkat, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmen serius dalam menjaga ketertiban dan stabilitas wilayah. Hal ini ditandai dengan partisipasi aktif Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., dalam rapat koordinasi nasional yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Sabtu 30 Agustus 2025, langsung dari Ruang Rapat Masa Laro Kantor Bupati Bombana.
Rapat yang berlangsung secara serentak ini diikuti oleh seluruh kepala daerah, wakil kepala daerah, serta unsur pemerintah daerah dari berbagai penjuru Indonesia. Turut mendampingi Wakil Bupati dalam forum strategis tersebut adalah Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., Asisten Sekretariat Daerah, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana beserta jajarannya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang memimpin langsung jalannya rapat, menyampaikan arahan strategis kepada seluruh peserta. Fokus utama dari koordinasi ini adalah upaya antisipasi terhadap situasi sosial dan politik terkini yang menunjukkan peningkatan aktivitas unjuk rasa berskala besar di sejumlah wilayah. Mendagri menekankan bahwa peran kepala daerah sangat vital dalam menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Mendagri memberikan sejumlah instruksi yang harus segera diterapkan oleh pemerintah daerah. Pertama, kepala daerah diminta untuk menunda segala bentuk kegiatan seremonial yang berpotensi menimbulkan kesan pemborosan anggaran. Hal ini menjadi penting di tengah situasi yang menuntut kepekaan sosial serta efisiensi dalam penggunaan anggaran publik.
Kedua, kepala daerah juga diimbau untuk menghindari segala aktivitas pribadi atau pernyataan publik yang berisiko memicu polemik atau menimbulkan persepsi negatif. Sebaliknya, pemerintah daerah diminta lebih banyak menggunakan bahasa publik yang santun, simpatik, serta mampu menenangkan suasana.
Ketiga, Mendagri menekankan pentingnya memperkuat komunikasi sosial dan dialog terbuka dengan seluruh elemen masyarakat. Aspirasi masyarakat harus mendapat ruang yang layak untuk disampaikan secara damai dan produktif. Untuk itu, program-program yang bersifat pro rakyat harus diutamakan, dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi sipil.
Selain itu, Mendagri juga menyarankan agar kepala daerah untuk sementara waktu menghindari perjalanan keluar negeri demi menunjukkan kepedulian terhadap kondisi dalam negeri, sekaligus memastikan fokus kerja tetap terjaga pada penanganan situasi daerah masing-masing.
Langkah konkret lainnya yang diusulkan adalah memperbanyak kegiatan yang bersifat membangun solidaritas dan kebersamaan antar warga. Kegiatan doa bersama, gotong royong, dan aksi solidaritas sosial diharapkan dapat menjadi media untuk mempererat persatuan dan menurunkan tensi di tengah masyarakat.
Tak kalah penting, Menteri Tito Karnavian juga meminta agar Forkopimda di setiap daerah meningkatkan sinergi dan langkah proaktif dalam menjaga keamanan secara terpadu. Pemerintah daerah diminta untuk bekerja sama erat dengan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, guna memastikan setiap kebijakan yang diambil proporsional dan sesuai dengan situasi di lapangan.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Bombana menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana sepenuhnya mendukung langkah-langkah strategis yang disampaikan oleh pemerintah pusat. Ahmad Yani menyampaikan bahwa stabilitas daerah menjadi prioritas utama, terutama dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi antara Pemda dan unsur Forkopimda di Bombana akan terus diperkuat, guna memastikan wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti arahan dengan penyesuaian program dan pendekatan komunikasi yang lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan mengikuti rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan kesiapannya dalam merespons dinamika nasional dengan langkah yang terukur dan tanggap. Kepemimpinan daerah yang hadir di tengah masyarakat, bersikap bijak dalam situasi kritis, serta mampu menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.
Langkah ini juga menjadi bentuk nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial yang memerlukan ketenangan, kebijaksanaan, dan solidaritas. Dengan kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama, Bombana siap menjaga wilayahnya tetap damai di tengah tantangan zaman yang terus bergerak dinamis.

