Terkini

LKPD SULTRA Minta Masyarakat Aktif Awasi Pembangunan Jembatan Langkowala

3201
×

LKPD SULTRA Minta Masyarakat Aktif Awasi Pembangunan Jembatan Langkowala

Sebarkan artikel ini
Direktur LKPD SULTRA,Muh.Arham (Baju krem) saat meninjau proses pembangunan Jembatan Langkowala
Direktur LKPD SULTRA,Muh.Arham (Baju krem) saat meninjau proses pembangunan Jembatan Langkowala

Bombana,A-1.Info / – Pekerjaan penggantian Jembatan Sungai Langkowala di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, resmi dimulai sejak awal Mei 2025. Proyek infrastruktur strategis yang telah lama dinantikan masyarakat ini dikerjakan oleh PT Mekongga Mitra Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp15.306.445.000. Keberadaan jembatan baru ini diharapkan mampu menjadi penggerak transformasi sosial dan ekonomi di kawasan kaya sumber daya alam, seperti nikel dan emas.

Di tengah antusiasme terhadap pelaksanaan proyek ini, Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi Sulawesi Tenggara (LKPD SULTRA) menyerukan pentingnya peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan aktif. Direktur LKPD SULTRA, Muh. Arham, menyampaikan pesan tersebut dalam kunjungannya ke redaksi Media A-1 Info, Senin (19/05/2025)

“Kenapa masyarakat harus terlibat aktif? Karena Jembatan Langkowala ini merupakan salah satu akses penting bagi perekonomian Bombana,” ujar Arham. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan kinerja kontraktor, tetapi juga keterlibatan publik dalam pengawasan sehingga kualitas dan akuntabilitas dipastikan terjaga.

Jembatan Strategis Penopang Ekonomi

Jembatan Langkowala memiliki posisi vital dalam jaringan transportasi darat Bombana. Selama ini, wilayah produksi pertanian dan perikanan kerap mengalami keterlambatan distribusi akibat buruknya konektivitas. Dengan dibangunnya jembatan baru, arus barang dan mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar, efisien, dan aman.

“Pembangunan ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Bombana. Bila dikerjakan dengan mutu yang baik, maka ia akan mempercepat konektivitas, mengurangi ketimpangan antarwilayah, dan menarik lebih banyak investor,” jelas Arham.

Ia menekankan bahwa pengawasan publik adalah benteng penting untuk menekan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, LKPD SULTRA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam setiap tahapan pembangunan.

“LKPD SULTRA sejak awal telah berada di garda terdepan memperjuangkan realisasi proyek ini. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Jembatan Langkowala benar-benar dijalankan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Menyatukan Harapan dan Tanggung Jawab

Lebih dari sekadar menyambungkan dua sisi sungai, pembangunan Jembatan Langkowala menyatukan harapan, kepentingan, dan tanggung jawab seluruh pihak: masyarakat, pemerintah, dan lembaga sipil.

“Pembangunan fisik harus diiringi pembangunan mental dan integritas. Hanya dengan partisipasi publik yang kuat, kita bisa memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tandas Arham.

Di atas fondasi beton dan baja, harapan masyarakat Bombana kini dipancang tinggi. Proyek ini bukan hanya membuka jalan, tetapi juga membuka masa depan. Kini saatnya semua pihak bergerak bersama, agar ketika jembatan itu selesai, yang tersambung bukan hanya ruas daratan—melainkan juga cita-cita akan kemajuan yang merata dan berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *