Bombana,A-1 .Info / — Turnamen sepak bola Laea Cup 2025 resmi berakhir dengan penuh kemeriahan dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Dalam laga final yang digelar di lapangan hijau Desa Laea, tim Akacipong FC berhasil menundukkan HSN Padaidi dengan skor tipis 1-0.
Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Laea ke-19, dengan mengusung tema: “Kolaborasi Bersama Menuju Desa Laea Unggul, Kreatif, Berdaya Saing, dan Tangguh.” Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Laea Cup 2025 menjadi simbol kebersamaan dan semangat membangun desa.
Di balik kemeriahan tersebut, berdiri sosok Ketua Panitia, Asmar, S.Pd.I, yang bersama timnya bekerja tanpa mengenal lelah. Dibantu Koordinator Pertandingan, Amri dan Asrul Badawi, mereka mampu menghadirkan turnamen yang terorganisir rapi, profesional, dan mengesankan.
“Sejak awal kami ingin menjadikan Laea Cup 2025 sebagai turnamen yang berbeda, bukan hanya soal siapa yang juara, tapi juga bagaimana event ini bisa memberi kebanggaan bagi seluruh masyarakat,” ungkap Asmar saat diwawancarai usai laga final.
Turnamen ini diikuti oleh 16 tim dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Sejak laga pembuka, penonton memenuhi lapangan Cempa Bukkue, menyulap suasana desa menjadi meriah layaknya stadion besar. Atmosfernya bahkan disebut-sebut setara dengan kompetisi tingkat kabupaten.
Hadiah yang diperebutkan mencapai Rp23.500.000, terdiri atas Juara 1 (Rp10.000.000), Juara 2 (Rp7.000.000), Juara 3 (Rp4.000.000), dan Juara 4 (Rp2.000.000). Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan khusus Top Skor senilai Rp500.000.
“Kami ingin menunjukkan bahwa panitia desa juga bisa menyelenggarakan event yang berkualitas, transparan, dan meriah. Semua hadiah ini kami siapkan dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk apresiasi,” tambah Asmar.
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang merasa bangga atas kerja keras panitia. Kepala Desa Laea, Marwa, ST, bahkan menilai penyelenggaraan kali ini sebagai yang paling sukses dalam sejarah kegiatan desa.
“Menurut saya, inilah panitia tersukses dalam sejarah kegiatan di Desa Laea. Mereka mampu membuktikan bahwa acara besar dapat berjalan lancar dari awal hingga penutupan, tanpa ada kendala berarti. Ini patut menjadi kebanggaan kita semua,” tegas Kades.
Bagi Asmar, keberhasilan turnamen ini bukanlah hasil kerja pribadi, melainkan hasil dari kolaborasi. “Kunci sukses kami adalah kebersamaan. Semua panitia bekerja dengan hati, masyarakat mendukung penuh, dan pemerintah desa memberi ruang bagi kreativitas. Inilah yang membuat Laea Cup 2025 istimewa,” ujarnya menutup perbincangan.
Laea Cup 2025 pun kini dikenang bukan hanya karena ketatnya persaingan di lapangan, melainkan juga berkat keberhasilan panitia menyajikan sebuah perhelatan yang profesional, inspiratif, dan membanggakan seluruh warga Desa Laea.

