Bombana,A-1.Info / — Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana bersama Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Bombana menggelar aksi sosial bertajuk IPeKB Bergerak Peduli Stunting. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Teppo, Kecamatan Poleang Timur, pada Rabu (25/6/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus IPeKB yang berasal dari wilayah daratan Kabupaten Bombana, terdiri dari 19 orang Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan 44 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aksi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan DPPKB Bombana dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan memperingati momen penting nasional yang menekankan pentingnya ketahanan keluarga.
Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si, yang turut hadir memimpin kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan para penyuluh KB di lapangan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen DPPKB dalam mendorong pembangunan keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Program peduli stunting merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh upaya pembangunan keluarga terwujud secara konkret. Sinergi antara DPPKB dan IPeKB diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di tengah masyarakat,” ujar Abdul Azis.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan bedah rumah bagi keluarga tidak mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni. Bantuan untuk program bedah rumah ini berasal dari berbagai sumber, antara lain donasi dari IPeKB sebesar Rp 5.800.000, kas iuran anggota IPeKB sebesar Rp 2.000.000, serta dukungan Kepala Desa Teppo berupa dana pembelian seng senilai Rp 2.352.000.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik rumah warga, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga. Lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak huni merupakan faktor penting dalam menurunkan risiko stunting pada anak-anak, terutama di wilayah pedesaan.
Ketua DPC IPeKB Bombana, Hasanuddin, S.IP, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata peran penyuluh KB yang tidak hanya hadir sebagai pendidik atau pendamping keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang bergerak langsung bersama masyarakat.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa penyuluh KB hadir dan bergerak bersama masyarakat. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membawa perubahan langsung di lapangan,” kata Hasanuddin.
Lebih dari sekadar aksi simbolik, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan masalah gizi dan kesejahteraan keluarga. IPeKB bersama DPPKB berharap bahwa gerakan peduli stunting ini menjadi pemantik semangat bagi instansi dan organisasi lain untuk ikut bergerak dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dengan semangat Hari Keluarga Nasional, DPPKB dan IPeKB Bombana berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, mendorong aksi nyata di lapangan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan bebas dari stunting. Program seperti ini diharapkan menjadi langkah kecil yang menumbuhkan dampak besar dalam mewujudkan generasi Bombana yang kuat dan berkualitas.

