Uncategorized

IOM Dorong Nelayan Kelurahan Bambaea Melaut Aman dan Taat Aturan di kabupaten Bombana

21
×

IOM Dorong Nelayan Kelurahan Bambaea Melaut Aman dan Taat Aturan di kabupaten Bombana

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info — International Organization for Migration (IOM) melalui Duta Migrasi Aman menggelar kegiatan sosialisasi aman melaut dan pencegahan risiko penyelundupan orang bagi nelayan dan masyarakat pesisir di Kelurahan Bambaea, Kabupaten Bombana, Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran nelayan terhadap pentingnya keselamatan, kepatuhan hukum, serta peran strategis masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan wilayah perairan.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Bombana, Nirmala Santi S.IP., M.AP. Dalam sambutannya, Nirmala menekankan bahwa aktivitas melaut tidak hanya berkaitan dengan upaya ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan jiwa dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Nelayan harus memahami bahwa melaut dengan aman dan taat aturan adalah kunci keberlangsungan usaha perikanan. Keselamatan jiwa, perlindungan hukum, dan kelestarian sumber daya laut hanya bisa tercapai jika aturan dipatuhi,” ujar Nirmala Santi saat membuka kegiatan.

Sosialisasi yang mengusung tema Aku Nelayan, Melaut Aman, Taat Aturan ini mengajak nelayan memahami bahwa wilayah laut dan pesisir kerap dimanfaatkan sebagai jalur aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan orang. Dalam konteks tersebut, nelayan tidak hanya berperan sebagai pengguna laut, tetapi juga sebagai pihak yang berada di garis depan dalam menjaga keamanan perairan.

Pemateri dari Dinas Perikanan Kabupaten Bombana, Muh. Syukri, S.Pi., M.Si menyampaikan bahwa nelayan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan laut. Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi perikanan dan pelayaran akan melindungi nelayan dari risiko hukum dan kecelakaan di laut.

“Nelayan adalah mitra pemerintah di lapangan. Dengan memahami aturan, nelayan dapat melindungi diri sendiri, kapal, dan hasil tangkapannya, sekaligus ikut menjaga perairan dari aktivitas yang melanggar hukum,” kata Muh. Syukri.

Sementara itu, Duta IOM La Ode Syarifuddin, S.Pi menjelaskan bahwa jalur laut sering dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara, termasuk penyelundupan orang. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat pesisir sangat penting dalam upaya pencegahan.

“Kami ingin nelayan memahami ciri-ciri aktivitas mencurigakan di laut. Jika nelayan waspada dan tidak terlibat, maka potensi penyelundupan orang dapat dicegah sejak dini,” ujar La Ode Syarifuddin.

Hal senada disampaikan Duta IOM lainnya, Salma Sadik, S.Kel. Ia menekankan bahwa kewaspadaan harus dibarengi dengan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan. “Nelayan perlu tahu bagaimana bersikap jika menemukan indikasi penyelundupan, tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan keselamatan bersama,” katanya.

Materi sosialisasi juga menyoroti berbagai risiko yang dapat timbul apabila nelayan terlibat, baik secara sadar maupun tidak sadar, dalam praktik penyelundupan orang. Risiko tersebut mencakup ancaman hukum, keselamatan jiwa, serta dampak sosial yang dapat merugikan masyarakat pesisir. Kepatuhan terhadap aturan pelayaran dan perundang-undangan dinilai sebagai langkah perlindungan utama bagi nelayan.

Perwakilan Penyuluh Perikanan Kabupaten Bombana, Sirajuddin, menambahkan bahwa sosialisasi dan pendampingan kepada nelayan harus dilakukan secara berkelanjutan. “Informasi seperti ini sangat penting dan perlu terus disampaikan agar nelayan benar-benar memahami dan menerapkannya dalam aktivitas melaut sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara dialogis dan interaktif, disesuaikan dengan kondisi dan pengalaman nelayan setempat. Peserta diberikan kesempatan berdiskusi serta menyampaikan pertanyaan terkait keselamatan melaut, aturan perikanan, dan langkah yang harus dilakukan jika menemukan aktivitas mencurigakan di laut.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Bombana, Duta IOM, Penyuluh Perikanan Kabupaten Bombana, Sekretaris Camat Poleang Timur, Babinsa Kelurahan Bambaea, Sekretaris Kelurahan Bambaea, serta para nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kelurahan Bambaea.

Secara umum, kegiatan ini dinilai sebagai langkah preventif yang strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat pesisir. Melalui peningkatan pemahaman nelayan, diharapkan aktivitas melaut di wilayah Kabupaten Bombana dapat berjalan lebih aman, tertib, dan sesuai aturan, sekaligus berkontribusi dalam mencegah tindak kejahatan lintas negara di wilayah perairan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *