Uncategorized

Disdukcapil Bombana Luncurkan Layanan Keliling Perdana 2025 di Lantarijaya

147
×

Disdukcapil Bombana Luncurkan Layanan Keliling Perdana 2025 di Lantarijaya

Sebarkan artikel ini

Bombana, A-1.Info / – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana memulai tahun 2025 dengan gebrakan baru melalui layanan administrasi kependudukan keliling perdana di Kecamatan Lantarijaya. Bertempat di Desa Anugrah, kegiatan ini difokuskan pada pembuatan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), menyasar masyarakat di wilayah terpencil yang kerap kesulitan mengakses layanan kantor Disdukcapil. Hadir sebagai penanggung jawab, Kordinator Kabid Pencatatan Sipil, Tasman, S.KM, beserta timnya, menyambut antusiasme warga yang memadati lokasi pelayanan sejak pagi hari.Senin (03/02/2025)

Kegiatan ini tak hanya menjadi bukti komitmen Disdukcapil Bombana dalam meningkatkan akses pelayanan publik, tetapi juga menandai dimulainya program strategis tahun 2025 untuk menjangkau daerah-daerah terluar. Kepala Desa Anugrah, Dian Sudiantoro, turut memimpin langsung persiapan lokasi, memastikan proses berjalan lancar. “Ini momen penting bagi warga kami. Banyak yang selama ini tertunda mengurus dokumen karena jarak dan biaya ke kota,” ujarnya.

Sepanjang hari, puluhan warga dari berbagai usia terlihat antre dengan tertib. Mulai dari orang tua yang ingin mengurus akta kelahiran anak, remaja yang membutuhkan KIA, hingga lansia yang ingin melengkapi dokumen kependudukan. Dalam sehari, tim Disdukcapil berhasil melayani 50 hingga 60 warga—angka yang melampaui ekspektasi untuk wilayah dengan kepadatan rendah seperti Desa Anugrah. “Saya sudah tahunan tak bisa mengurus akta anak karena harus ke kota. Sekarang, hanya jalan kaki dari rumah, semua selesai,” kata Siti, warga setempat, sambil tersenyum lega.

Pelayanan keliling ini dirancang untuk meminimalisasi kendala geografis. Sebagai kecamatan dengan topografi berbukit dan jalan yang belum sepenuhnya teraspal, Lantarijaya kerap menjadi “titik buta” dalam akses layanan dasar. Menurut data Disdukcapil, sekitar 30% penduduk di wilayah ini belum memiliki dokumen kependudukan lengkap—angka yang menjadi prioritas untuk dituntaskan di tahun 2025.

Tasman, selaku koordinator, menjelaskan bahwa layanan keliling ini merupakan bagian dari transformasi digital dan pemerataan akses yang dicanangkan Dirjen Dukcapil Kemendagri. “Kami membawa peralatan lengkap, mulai dari printer mobile, scanner, hingga sistem online terintegrasi. Tim juga dilatih untuk menangani permohonan secara cepat,” paparnya. Proses yang biasanya memakan waktu seminggu di kantor, kini bisa dipersingkat menjadi 1-2 hari berkat teknologi *cloud-based*.

Tak hanya mengandalkan teknologi, Disdukcapil Bombana juga menggandeng pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk sosialisasi. Sepekan sebelum pelaksanaan, pihak desa telah membagikan surat pemberitahuan dan mendata warga yang membutuhkan. “Kami ingin pastikan tidak ada yang terlewat. Bahkan untuk warga di pedalaman, tim akan mendatangi rumah mereka jika diperlukan,” tambah Tasman.

Kepala Desa Anugrah, Dian Sudiantoro, menyebut program ini sebagai “angin segar” bagi warganya. “Selama ini, banyak anak tidak bisa daftar sekolah karena tak punya KIA, atau warga sulit mengakses bantuan sosial tanpa dokumen lengkap. Sekarang, masalah itu perlahan teratasi,” ujarnya. Ia berharap kerja sama ini bisa berkelanjutan, dengan jadwal layanan keliling yang lebih rutin.

Respons positif juga datang dari kalangan pemuda. Arif, seorang relawan setempat, mengaku terinspirasi untuk membantu sosialisasi. “Saya ajak teman-teman melalui media sosial. Ternyata, banyak yang baru sadar pentingnya dokumen ini,” ceritanya.

Meski sukses di hari pertama, Tasman mengakui masih ada tantangan teknis. “Infrastruktur listrik dan jaringan internet yang tidak stabil menjadi kendala. Ke depan, kami akan lengkapi tim dengan generator dan modem cadangan,” ungkapnya. Selain itu, Disdukcapil Bombana berencana menambah jumlah unit layanan keliling dan memperluas cakupan ke 10 desa tertinggal lainnya sepanjang 2025.

Program ini juga akan diintegrasikan dengan inisiatif lain, seperti pelayanan *door-to-door* bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta kolaborasi dengan dinas kesehatan untuk memfasilitasi penerbitan akta kelahiran bagi bayi baru lahir. “Kami ingin setiap layanan bersifat holistik. Misalnya, saat ada posyandu, tim kami bisa langsung mendata kebutuhan administrasi warga,” jelas Tasman.

Keberhasilan layanan perdana di Lantarijaya menjadi pijakan kuat bagi Disdukcapil Bombana untuk mewujudkan visi “Zero Penduduk Tanpa Dokumen” pada 2025. Langkah ini sejalan dengan arahan Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus, S.Pd, MM, yang menekankan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. “Pelayanan keliling bukan sekadar program, tapi bukti nyata hadirnya negara bagi rakyat di pelosok,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, Disdukcapil Bombana optimis mampu meningkatkan indeks kepuasan masyarakat hingga 40% di akhir tahun. Masyarakat pun mulai melihat perubahan—tak hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga mitra aktif dalam membangun kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan. Seperti diungkapkan Dian Sudiantoro, “Ini baru awal. Kami yakin Bombana akan jadi contoh pelayanan publik yang mengedepankan keadilan dan pemerataan.”

Harapan besar kini tergantung pada konsistensi program. Namun, dengan antusiasme warga dan komitmen jajaran Disdukcapil, langkah kecil di Desa Anugrah ini bisa menjadi titik balik transformasi pelayanan publik di Kabupaten Bombana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *