Bombana, A-1.Info / – Di tengah kesibukan akhir pekan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana justru memilih turun langsung ke lapangan. Melalui program Gerilya Jemput Bola Identitas Kependudukan Digital (IKD), tim Disdukcapil membuktikan komitmen nyata untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (5–6 Juli 2025), ini menyasar dua kelurahan di Kecamatan Poleang, yakni Kelurahan Boeara dan Boepinang. Dipimpin langsung oleh Kepala Disdukcapil Firdaus, S.Pd., MM, di bawah koordinasi Akhmad Sukardi, S.STP., M.AP, tim melaksanakan pelayanan aktivasi IKD secara langsung kepada masyarakat tanpa mengenal batas waktu dan hari kerja.
Gerilya Pelayanan Digital Menyentuh Lapisan Masyarakat
Di Kelurahan Boeara, kegiatan disambut hangat oleh Lurah Herman Kanna, S.Pd., yang turut mendampingi jalannya pelayanan di Kantor Kelurahan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 56 warga berhasil melakukan aktivasi IKD. Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak pagi, dengan antrean warga yang ingin memperoleh identitas digital mereka.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka sadar akan pentingnya identitas digital di era sekarang,” ujar Herman. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin agar seluruh warga Boeara segera memiliki IKD dan dapat mengakses layanan publik dengan lebih mudah.
Sementara itu, di Kelurahan Boepinang, pelayanan berlangsung dengan lancar dan tertib. Lurah Suriamin Baking, S.Pd., bersama Kepala Dusun Bajo, Agus Salim, turut mendampingi tim selama kegiatan berlangsung. Di lokasi ini, sebanyak 39 warga berhasil diaktivasi IKD-nya, menandakan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat digitalisasi kependudukan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Disdukcapil Bombana. Harapannya, program ini juga menjangkau dusun-dusun terpencil agar semua warga, termasuk di daerah pedalaman, bisa menikmati pelayanan digital yang sama,” kata Suriamin.
Pelayanan Tanpa Libur Demi Masyarakat
Gerakan Jemput Bola ini bukan hanya soal aktivasi IKD, tetapi juga bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang merata dan inklusif. Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus, menegaskan bahwa pelayanan publik sejati tidak mengenal waktu.
“Kami akan terus melakukan gerilya seperti ini. Tidak ada alasan libur untuk melayani masyarakat,” tegas Firdaus. “Tujuan kami adalah memastikan setiap warga Bombana, dari kota hingga pelosok, dapat menikmati manfaat layanan kependudukan digital.”
Menurutnya, transformasi menuju layanan digital merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi. Identitas digital tidak hanya mempermudah akses layanan publik, tetapi juga meningkatkan keamanan data pribadi warga dan efisiensi administrasi pemerintahan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Akhmad Sukardi mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah kelurahan serta partisipasi aktif warga.
“Kegiatan ini sukses karena adanya kolaborasi semua pihak. Kami berharap, gerakan seperti ini menjadi budaya bersama lintas sektor untuk mempercepat digitalisasi administrasi kependudukan di Bombana,” ujarnya.
Harapan dan Langkah Lanjut
Baik Lurah Boeara maupun Boepinang sepakat bahwa kegiatan Gerilya Jemput Bola IKD perlu dijadikan agenda rutin bulanan. Mereka juga mengusulkan agar kegiatan ini diperluas dengan melibatkan RT/RW, sekolah, serta komunitas masyarakat, termasuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Selain memperluas jangkauan, kegiatan jemput bola juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan memperbarui data kependudukan. Dengan demikian, semua layanan publik – mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial – dapat berjalan dengan basis data yang akurat dan terkini.
Digitalisasi untuk Semua Warga
Gerilya pelayanan IKD di Poleang menjadi bukti nyata bahwa Disdukcapil Bombana tidak hanya hadir di balik meja pelayanan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Semangat pelayanan tanpa batas yang ditunjukkan tim Disdukcapil mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis, adaptif, dan modern.
Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) sendiri merupakan inovasi nasional dari Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan menggantikan format KTP elektronik menjadi bentuk digital yang terintegrasi dengan perangkat ponsel. Melalui gerakan jemput bola seperti ini, Bombana menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong percepatan penerapan IKD di tingkat daerah.
Dengan semangat “Melayani Tanpa Batas, Digital untuk Semua”, Disdukcapil Bombana terus menunjukkan dedikasi dan kepedulian terhadap masyarakat. Dari Boeara hingga Boepinang, dari pusat kota hingga pelosok desa, pelayanan publik kini benar-benar hadir tanpa sekat, membuktikan bahwa kemajuan digital bukan hanya untuk sebagian, tetapi untuk seluruh warga Bombana.

