Bombana,A-1.Info / Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan, memaparkan langkah strategis yang akan ditempuh untuk menjaga sektor wisata tetap bergerak meski berada dalam situasi keterbatasan anggaran. Pernyataan itu ia sampaikan pada hari pertama berkantor setelah menerima amanah jabatan di wilayah Sulawesi Tenggara, Senin 23 Februari 2026.
Dalam rapat internal bersama jajaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bombana di ruang kerjanya, Anton menegaskan bahwa masa jabatan pelaksana tugas memiliki batas waktu sehingga fokus utamanya bukan membuat kebijakan besar jangka panjang, melainkan memastikan roda program tetap berjalan stabil. Ia menilai kesinambungan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama agar sektor pariwisata tidak kehilangan momentum.
Menurutnya, posisi pelaksana tugas menuntut sikap realistis sekaligus adaptif. Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti agenda prioritas yang telah dirancang sebelumnya, sembari menjaga kualitas layanan publik. “Saya harus sadar jabatan ini sementara. Tugas utama saya memastikan kegiatan rutin berjalan, pelayanan maksimal, dan agenda jangka pendek serta menengah segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Anton menilai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah bukan alasan untuk menurunkan semangat promosi wisata. Justru kondisi tersebut dianggap sebagai pemicu lahirnya kreativitas aparatur. Ia menyebut pendekatan promosi konvensional yang membutuhkan biaya besar kini perlu digeser ke strategi digital yang lebih murah, cepat, dan berdampak luas.
Langkah konkret yang segera dijalankan adalah menggerakkan seluruh pegawai dinas untuk aktif mempromosikan destinasi wisata daerah melalui akun media sosial pribadi. Dengan jumlah staf sekitar 50 orang, ia melihat potensi besar terbentuknya jaringan promosi organik yang mampu menjangkau publik secara masif tanpa biaya tambahan.
Ia menjelaskan platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga grup WhatsApp dapat menjadi etalase digital untuk menampilkan keindahan alam, budaya lokal, serta daya tarik wisata Bombana.
“Jika puluhan staf mempromosikan potensi wisata secara serentak di akun masing-masing, efeknya akan sangat besar. Promosi bisa meluas tanpa anggaran besar,” katanya.
Selain promosi personal, pihak dinas juga akan mengoptimalkan akun resmi sebagai pusat informasi pariwisata. Kanal tersebut dikelola admin khusus agar konten yang disajikan tetap terarah, informatif, dan konsisten. Kombinasi promosi personal dan resmi diyakini mampu memperkuat citra destinasi sekaligus memperluas jangkauan audiens.
Anton menambahkan, strategi ini bukan sekadar solusi sementara, melainkan pendekatan adaptif menghadapi perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini didominasi media digital. Ia berharap upaya tersebut dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar destinasi.
“Kita ingin publik semakin mengenal Bombana. Potensi wisata di daerah ini sangat banyak dan layak jual.Harapannya orang tertarik datang dengan pesan sederhana ayo berkunjung karena Bombana punya sejuta pesona,” tuturnya.
Langkah cepat yang diambil pada awal masa tugas ini menjadi sinyal bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu identik dengan keterbatasan hasil. Dengan strategi kreatif, kolaborasi internal, serta pemanfaatan teknologi digital, sektor pariwisata Bombana diharapkan tetap tumbuh dan mampu bersaing di tengah dinamika industri wisata nasional.


