Terkini

Lima Jam Mencekam di Laut Berakhir Lega,Enam Awak Kapal Selamat

161
×

Lima Jam Mencekam di Laut Berakhir Lega,Enam Awak Kapal Selamat

Sebarkan artikel ini

Enam awak KM Setia Kawan 01 bertahan di laut selama lima jam setelah kapal karam di perairan Poleang Timur sebelum akhirnya ditemukan selamat oleh nelayan dan tim gabungan.

Oplus_0

Bombana,A-1.Info / – Enam awak KM Setia Kawan 01 akhirnya ditemukan selamat setelah terombang-ambing di laut selama sekitar lima jam akibat kapal yang mereka tumpangi karam di perairan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (24/2/2026). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA saat kapal tengah berlayar mengangkut tabung gas elpiji kosong.

Kapal diketahui berangkat dari Pelabuhan Sikeli setelah waktu sahur dengan tujuan Pelabuhan Sungai Paria di wilayah Boepinang. Muatan berupa tabung gas ukuran 3 kilogram rencananya akan ditukar dengan tabung berisi untuk kebutuhan distribusi masyarakat.

Penanggung jawab Pelabuhan Rakyat Kasipute, Fadli, mengatakan seluruh anak buah kapal berjumlah enam orang berhasil diselamatkan sekitar pukul 15.00 WITA. Mereka ditemukan dalam kondisi selamat setelah bertahan di laut menunggu pertolongan. “Alhamdulillah semua ABK selamat,” kata Fadli saat dikonfirmasi.

Menurut dia, kapal diduga mengalami masalah saat melintasi perairan Bambaea sebelum akhirnya tenggelam. Para awak sempat menyelamatkan diri dan bertahan di sekitar lokasi kejadian hingga bantuan datang. Proses evakuasi pertama dilakukan oleh komunitas pemancing Body Body Grup Sport Fishing Kabaena yang kebetulan melintas di area tersebut. Mereka segera memberikan pertolongan awal sebelum nelayan setempat ikut membantu proses penyelamatan.

Setelah laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Pol Air, TNI AL, serta SAR Kolaka dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain serta mengamankan area kejadian.

Hingga kini penyebab pasti karamnya kapal masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada faktor kondisi gelombang laut dan kemungkinan ketidakseimbangan muatan. Otoritas terkait menyatakan pemeriksaan teknis masih berlangsung sebelum kesimpulan resmi diumumkan.

Insiden ini menjadi perhatian karena jalur laut Bombana merupakan rute penting distribusi logistik antarpulau. Transportasi laut menjadi sarana utama pengangkutan kebutuhan masyarakat, termasuk bahan bakar dan gas elpiji. Karena itu, evaluasi prosedur keselamatan pelayaran akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran keluarga korban dan warga sekitar. Namun kabar bahwa seluruh awak berhasil diselamatkan membawa kelegaan. Kecepatan respons masyarakat laut dan koordinasi tim gabungan dinilai menjadi faktor utama yang memastikan enam awak kapal itu selamat dari situasi mencekam di tengah laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *