DaerahPemerintah

Poleang Timur Jaga Stabilitas LPG Subsidi Demi Kenyamanan Warga Beribadah

2
×

Poleang Timur Jaga Stabilitas LPG Subsidi Demi Kenyamanan Warga Beribadah

Sebarkan artikel ini

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Kecamatan Poleang Timur mengambil langkah preventif untuk menjaga stabilitas distribusi LPG 3 kilogram agar tetap tepat sasaran dan terhindar dari praktik penyimpangan.

Camat Poleang Timur, Ismail Yusuf, S.Sos
Camat Poleang Timur, Ismail Yusuf, S.Sos

Bombana,A-1.Info / – Dalam rangka menjaga ketersediaan serta stabilitas penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi menjelang Bulan Suci Ramadhan, Pemerintah Kecamatan Poleang Timur secara resmi mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh pemilik pangkalan LPG 3 kilogram yang beroperasi di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan dini guna memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berhak.

 

Camat Poleang Timur, Ismail Yusuf, S.Sos, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan LPG rumah tangga menjelang Ramadhan, yang kerap dibarengi dengan potensi kelangkaan dan penyalahgunaan distribusi. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan merasa perlu memperkuat pengawasan agar subsidi energi tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Menurut Ismail Yusuf, terdapat sejumlah poin penting yang ditekankan dalam surat imbauan tersebut. Pertama, pemilik pangkalan dilarang melayani pembelian LPG 3 kilogram dalam jumlah besar kepada satu orang atau kelompok tertentu. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah praktik pembelian berlebihan yang berpotensi menyebabkan kelangkaan di tingkat masyarakat.

Selain itu, pangkalan LPG diminta memprioritaskan penyaluran kepada masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro yang memang menjadi sasaran utama penerima subsidi. Pemerintah menegaskan bahwa LPG 3 kilogram bukanlah komoditas bebas, melainkan barang bersubsidi yang pengelolaannya diatur secara ketat oleh negara.

Poin penting lainnya adalah larangan keras melakukan penimbunan maupun penjualan LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Pemerintah Kecamatan Poleang Timur menilai bahwa stabilitas harga merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang bulan ibadah yang sarat dengan kebutuhan rumah tangga.

Untuk memastikan imbauan tersebut berjalan efektif, Pemerintah Kecamatan Poleang Timur juga telah melakukan koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait, termasuk aparat kepolisian setempat. Apabila ditemukan adanya pelanggaran di lapangan, langkah penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk kepentingan pribadi dengan mengorbankan masyarakat kecil. Pengawasan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi hak dasar warga,” ujar Ismail Yusuf.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan berkomitmen menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sehingga warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk tanpa dibayangi kekhawatiran akan kelangkaan LPG.

“Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman. LPG subsidi harus benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak, bukan disalahgunakan,” pungkasnya.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kecamatan Poleang Timur berharap distribusi LPG 3 kilogram di wilayahnya tetap berjalan lancar, adil, dan sesuai regulasi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama pada momentum penting seperti Bulan Suci Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *