Bombana,A-1.Info / – Terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana untuk periode 2026–2031, Heryanto tidak hanya menerima mandat kepemimpinan, tetapi juga sebuah misi besar yang menentukan masa depan Golkar di daerah itu. Di balik tepuk tangan aklamasi Musda, tersimpan tantangan serius: mengangkat kembali pamor “Beringin Rimbun” di DPRD Bombana.
Saat ini, Golkar Bombana hanya menempati dua kursi legislatif. Angka itu dinilai belum mencerminkan sejarah dan potensi besar partai yang pernah menjadi kekuatan dominan di jazirah Sulawesi Tenggara. Karena itu, DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara memasang target tegas dan terukur. Pada pemilu mendatang, kursi Golkar di DPRD Bombana harus melonjak menjadi lima, atau setara 20 persen dari total kursi.
Target tersebut disampaikan langsung Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, saat membuka Musyawarah Daerah Partai Golkar Bombana di Kasipute, Minggu, 18 Januari 2026. Di hadapan para kader, Darwin berbicara lugas, sekaligus menggugah semangat.
Golkar, kata Darwin, pernah menjadi partai yang disegani di Sulawesi Tenggara, termasuk di Bombana. Kejayaan itu, menurutnya, bukan untuk dikenang, melainkan untuk direbut kembali. Karena itulah, ia meminta Heryanto bekerja lebih keras, lebih rapi, dan lebih dekat dengan rakyat.
“Pak Heryanto harus berlari lebih kencang. Lima kursi itu bukan sekadar target, tapi harga diri Golkar di Bombana,” ujar Darwin.
Ucapan itu tidak berlalu begitu saja. Dari tempat duduknya, Heryanto berdiri dan memberi hormat. Gestur sederhana, namun sarat makna: kesiapan menerima amanah sekaligus tantangan politik yang tidak ringan.
Namun, Darwin menegaskan bahwa target tinggi tersebut tidak dibebankan sendirian kepada Heryanto. Ia berjanji akan turun langsung membantu Golkar Bombana dengan seluruh kapasitas dan pengaruh yang dimilikinya. Kedekatan geografis menjadi salah satu alasan kuat. Muna Barat dan Bombana hanya dipisahkan laut dengan waktu tempuh kurang dari dua jam.
“Bombana ini dekat dengan saya, bukan hanya secara jarak, tapi juga secara emosional,” ungkap Darwin, yang akrab disapa Bung DW.
Ia bahkan membeberkan rencana jangka panjang. Mulai 2027, Darwin bertekad berkeliling Sulawesi Tenggara, termasuk Bombana, untuk menyapa rakyat, mendengar keluhan mereka, dan memahami persoalan di tingkat akar rumput. Ia ingin memastikan Golkar hadir jauh sebelum pemilu tiba.
“Saat pemilu datang, saya ingin sudah menyambangi semua wilayah, sampai ke pelosok. Golkar harus dikenal karena kerja, bukan janji,” katanya.
Kehadiran Darwin ke daerah-daerah, lanjutnya, tidak akan kosong. Golkar akan membawa program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah program “Golkar Sehat”, berupa pengobatan massal, kerja sama dengan puskesmas, kegiatan olahraga, serta aksi sosial lainnya.
Menurut Darwin, partai politik tidak boleh hanya ramai menjelang pemilu. Golkar harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar mesin politik lima tahunan.
Komitmen membantu Golkar Bombana kembali ditegaskan Darwin saat ditemui wartawan usai pembukaan Musda. Ia menyebut Bombana sebagai daerah yang sangat ia pahami, bahkan ia mengaku memiliki ikatan personal dengan wilayah tersebut.
“Saya tiga tahun bekerja di Bombana. Saya tahu betul daerah ini. Di Kabaena, insya Allah aman satu kursi. Rarowatu dan Rumbia juga punya peluang besar. Tinggal Poleang yang butuh kerja ekstra supaya total bisa lima kursi,” paparnya dengan penuh keyakinan.
Menanggapi target tersebut, Heryanto menyatakan optimisme. Baginya, tantangan lima kursi bukan beban, melainkan pemacu semangat untuk membenahi organisasi, menguatkan kader, dan memperluas kedekatan dengan masyarakat.
“Tidak ada yang sulit kalau kita mau kerja keras, solid, dan bersatu. Dengan dukungan DPD Golkar Sultra, insya Allah Golkar Bombana bisa meraih lima kursi,” ujar mantan anggota DPRD Bombana itu.
Kini, jalan di depan Heryanto memang tidak mudah. Namun dengan target yang jelas, dukungan provinsi yang kuat, serta strategi yang berorientasi pada kerja nyata di tengah masyarakat, Golkar Bombana mulai menapaki kembali jalur kebangkitannya. Lima kursi bukan sekadar angka, melainkan simbol hidupnya kembali pohon beringin di tengah kepercayaan rakyat Bombana.

