BombanaA-1.Info / – Insiden penembakan terhadap seorang warga di lokasi penambangan batu cinnabar dan tembaga tanpa izin di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA itu diduga melibatkan oknum yang mengaku sebagai anggota Brimob Polri.
Korban diketahui bernama Jono (53), warga Desa Rompu-rompu, Kecamatan Poleang Utara. Ia mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan saat ini menjalani perawatan medis intensif di RSUD Tanduale Bombana. Insiden tersebut sempat memicu ketegangan serius antara masyarakat setempat dengan pihak bersenjata yang datang ke lokasi tambang.
Menanggapi kejadian itu, Anggota DPRD Kabupaten Bombana, Yudi Utama Arsyad, meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak memperkeruh situasi. Menurutnya, persoalan yang terjadi di kawasan penambangan seharusnya disikapi secara bijaksana dan mengedepankan dialog.
“Kalau persoalannya dipicu oleh klaim kepemilikan atau sengketa lahan, sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Jangan langsung menggunakan pendekatan kekerasan,” kata Yudi.
Politisi Partai Bulan Bintang tersebut menilai bahwa aktivitas penambangan di wilayah itu tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial ekonomi masyarakat. Bagi sebagian warga, lokasi tambang menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Ada masyarakat kita yang menggantungkan hidup di sana. Negara harus hadir dengan solusi yang adil dan manusiawi, bukan justru dengan tindakan represif,” ujarnya.
Yudi juga menegaskan bahwa penggunaan senjata api terhadap warga sipil, terlebih di ruang publik, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia mengecam keras tindakan penembakan yang diduga dilakukan tanpa prosedur yang jelas.
“Saya mengecam keras aksi koboi seperti ini. Menembak warga di depan umum, apalagi tanpa seragam dan diduga tanpa surat perintah tugas, adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Menurut Yudi, penegakan hukum harus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak asasi manusia.
Sebelumnya, sebagaimana dilansir media sultranet.com, insiden bermula ketika sekelompok orang bersenjata mendatangi lokasi tambang dan meminta aktivitas dihentikan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi penembakan yang melukai korban. Dua orang yang diduga terlibat sempat diamankan warga sebelum akhirnya dievakuasi aparat keamanan ke Mapolres Bombana untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan status pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

