Bombana,A-1.Info /– Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana memperketat sistem pengawasan pengadaan pemerintah dengan melaksanakan Probity Audit terhadap lima proyek strategis pada Tahun Anggaran 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan transparan, akuntabel, efisien, serta sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan BPKP Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pengawasan Intern atas Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.Kamis (09/10/2025)
Probity Audit dipimpin oleh Inspektur Pembantu Khusus Pengaduan Masyarakat dan Investigatif, Akbar SHi, bersama tim auditor Inspektorat. Audit tersebut menyasar lima paket pekerjaan bernilai besar yang memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik. Paket pertama yaitu lanjutan pembangunan Jalan Bypass Rumbia senilai Rp13,65 miliar. Paket kedua peningkatan Jalan Dongkala–Sikeli–Pongkalaero dengan nilai Rp14,6 miliar, keduanya berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Selanjutnya, audit dilakukan pada penambahan ruang Puskesmas Rumbia senilai Rp3,09 miliar dan relokasi Puskesmas Rarowatu bernilai Rp3,32 miliar yang menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Paket kelima adalah pembangunan Kolam Renang Rumbia dengan nilai Rp6,11 miliar di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana.
Inspektur Daerah Bombana, Ridwan S.Sos MPW, menekankan bahwa audit ini merupakan pengawasan preventif untuk menjaga integritas proses pengadaan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ia menilai langkah ini penting agar pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Probity Audit memastikan setiap tahapan pengadaan berlangsung jujur, profesional, dan transparan sesuai peraturan. Dengan pengawasan sejak awal, pembangunan bisa memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Ridwan.
Sementara itu, Inspektur Pembantu Khusus Pengaduan Masyarakat dan Investigatif, Akbar SHi, memandang Probity Audit sebagai strategi penting dalam memperkuat pengawasan internal di daerah. Kehadiran tim auditor sejak tahap awal, kata dia, memungkinkan setiap proses memiliki jejak akuntabilitas yang jelas dan terdokumentasi.
“Kami hadir sejak proses awal pengadaan untuk memastikan setiap tahapan memiliki dasar akuntabilitas yang kuat. Dengan Probity Audit, potensi penyimpangan bisa dicegah sedini mungkin dan kualitas pekerjaan lebih terjamin,” tegas Akbar.
Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Inspektorat Bombana untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berintegritas. Menurutnya, pengawasan modern tidak lagi menunggu adanya pelanggaran, tetapi mencegah potensi masalah bahkan sebelum muncul.
“Probity Audit adalah bentuk pengawasan yang mengedepankan pencegahan. Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui upaya ini, Inspektorat Daerah Bombana berharap lima proyek strategis tersebut dapat terlaksana tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Bombana. Langkah pengawasan menyeluruh ini juga menjadi bagian dari dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pengadaan dan proses pembangunan di daerah.


