Bombana, A-1.info – Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan modern melalui penguatan pengelolaan arsip. Komitmen ini terlihat dari penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip Dinamis yang digelar Kamis, 4 September 2025, bertempat di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Bombana.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana dan diikuti oleh perwakilan seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengelola arsip sesuai standar nasional, sekaligus mendorong implementasi sistem kearsipan digital berbasis aplikasi Srikandi.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, hadir secara langsung membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bombana yang telah menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kehadiran narasumber dari lembaga kearsipan tertinggi di Indonesia tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan arsip.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada ANRI yang telah mengirimkan narasumber terbaiknya. Saya minta seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, agar ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan di kantor masing-masing,” ujar Bupati di hadapan seluruh peserta bimtek.
Lebih lanjut, Bupati Burhanuddin menegaskan pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari sistem administrasi pemerintahan yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, arsip yang tertata dengan baik bukan sekadar dokumentasi, melainkan cerminan dari kualitas tata kelola pemerintahan. Ia juga menginstruksikan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai menata ulang sistem kearsipannya dan memastikan bahwa pengelolaan arsip dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan sesuai regulasi.
Tak hanya itu, Bupati juga mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi Srikandi sebagai sistem kearsipan digital yang terintegrasi. Ia menilai, aplikasi ini memiliki potensi besar untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan dokumen pemerintahan. “Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga perlu melakukan evaluasi agar pengarsipan di Bombana semakin baik. Kita juga harus menghidupkan kembali aplikasi Srikandi supaya lebih efisien dan efektif dalam kegiatan pengarsipan,” tambahnya.
Bupati berharap, bimtek ini dapat menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kearsipan dan mewujudkan visi Bombana Tertib Arsip. Ia yakin, dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah, tata kelola arsip di Bombana dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Dengan semangat kolaborasi dari kita semua, saya yakin Bombana bisa mencapai Bombana Tertib Arsip,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai teknik pengelolaan arsip dinamis, termasuk pengklasifikasian, penyimpanan, dan digitalisasi arsip. Para peserta juga diperkenalkan lebih mendalam pada fitur dan mekanisme kerja aplikasi Srikandi, yang telah diamanatkan sebagai sistem resmi kearsipan digital nasional.
Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh dalam bimtek ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di unit kerja masing-masing. Langkah ini tidak hanya akan mempercepat transformasi digital dalam birokrasi, tetapi juga menciptakan sistem dokumentasi pemerintahan yang rapi, teratur, dan mudah diakses.
Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan bahwa agenda reformasi birokrasi tidak akan berhasil tanpa penataan arsip yang serius. Melalui kegiatan ini, Bombana mengukuhkan diri sebagai daerah yang siap menuju tata kelola kearsipan yang modern, digital, dan sesuai dengan standar nasional.


