Daerah

Gerakan Pangan Murah di Bombana Dukung Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Pangan

47
×

Gerakan Pangan Murah di Bombana Dukung Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilisasi Harga Pangan

Sebarkan artikel ini
Gambar: foto bersama Kegiatan
Gambar: foto bersama Kegiatan

Bombana, A-1.info  – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan Teleconference Zoom Meeting pada Jumat (5/9/2025) di Pelataran Eks MTQ Kabupaten Bombana. Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari program nasional ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi di daerah, dan dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Gerakan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, SE., MM., melalui daring.

Di Kabupaten Bombana, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, Forkopimda Bombana, Pj. Sekda Bombana Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung upaya menjaga kestabilan harga pangan dan membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan inflasi yang saat ini melanda berbagai sektor.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah ini mencakup bazar pangan murah, pemberian bantuan sosial, serta layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Antusiasme warga sangat tinggi, terutama ibu rumah tangga yang terlihat berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk membeli bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Keberadaan kegiatan ini dianggap sebagai langkah positif untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai faktor utama dalam ketahanan bangsa. Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama mewujudkan negara yang mandiri dan tangguh dalam sektor pangan. “Mari bersama-sama kita wujudkan negara yang mandiri dan tangguh dalam pangan. Kemandirian pangan adalah kunci untuk menjaga ketahanan nasional kita,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka dalam pesannya yang disampaikan melalui Zoom.

Di Bombana, harga-harga pangan yang disediakan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah sangat menggembirakan warga. Beberapa komoditas yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar antara lain Beras Premium 10 kg yang dijual seharga Rp120.000, Beras SPHP 5 kg seharga Rp58.000, Gula Pasir 1 kg seharga Rp15.000, Minyak Goreng Bimoli 1 liter seharga Rp18.000, Telur Ayam Ras 1 rak seharga Rp45.000, Bawang Merah 0,5 kg seharga Rp17.500, Bawang Putih 0,5 kg seharga Rp15.000, serta Cabai Merah Keriting 0,25 kg dan Cabai Rawit Merah 0,25 kg yang masing-masing dijual seharga Rp7.500. Harga yang terjangkau ini tentu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat yang memerlukan bahan pokok dengan harga yang lebih wajar.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani juga hadir langsung mendampingi warga yang berbelanja, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Mereka turut serta berinteraksi dengan warga dan memastikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Bombana.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu menekan inflasi, menjaga kestabilan harga pangan, dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya keluarga yang sangat bergantung pada harga bahan pokok yang stabil. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perekonomian rumah tangga di Bombana,” ungkap Bupati Burhanuddin.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu solusi jangka pendek dalam menghadapi lonjakan harga pangan yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama menjelang musim-musim tertentu yang sering kali berisiko menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok. Pemerintah Kabupaten Bombana menyadari bahwa pengendalian inflasi memerlukan kerjasama semua pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, hingga para pelaku ekonomi.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan akses langsung kepada masyarakat terhadap pangan yang sehat dan berkualitas dengan harga yang wajar. Melalui gerakan pangan murah ini, diharapkan tidak hanya mengurangi beban ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat memotivasi peningkatan produksi pangan lokal serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *