Kendari, A-1.info – Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program strategis nasional di sektor energi melalui kehadiran langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dalam acara Diseminasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Acara ini berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025, di Ballroom Phinisi Hotel Claro Kendari, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.
Mengusung tema Rencana Strategis PLN dalam Meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Mendukung Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Tenggara, kegiatan ini merupakan inisiatif bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero), dalam rangka mengakselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang merata dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan Kementerian ESDM, jajaran manajemen PT PLN, para bupati dan wali kota dari 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Dari Kabupaten Bombana, turut hadir Ketua DPRD Iskandar, SP, Penjabat Sekda Bombana, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Bappeda Kabupaten Bombana.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses listrik yang andal dan merata. Menurutnya, perencanaan yang matang dalam RUPTL menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penyediaan energi yang cukup untuk mendukung kegiatan industri, UMKM, dan layanan publik.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyampaikan bahwa keikutsertaan Kabupaten Bombana dalam forum ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program elektrifikasi nasional. Ia menegaskan bahwa listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi merupakan infrastruktur dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat serta daya saing daerah.
“Kami menyambut baik diseminasi RUPTL ini sebagai upaya strategis untuk menyelaraskan kebutuhan daerah dengan kebijakan penyediaan tenaga listrik nasional. Kabupaten Bombana, sebagai daerah yang tengah berkembang, sangat memerlukan dukungan energi listrik yang stabil guna mendukung sektor industri, pertanian, dan layanan publik,” ungkap Bupati Burhanuddin.
Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan harapan agar dalam rencana jangka panjang PLN, wilayah-wilayah yang masih tergolong 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Bombana dapat menjadi prioritas elektrifikasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan inklusif agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan ketenagalistrikan.
Diseminasi RUPTL ini juga menjadi momentum strategis untuk menyampaikan informasi terbaru terkait proyek-proyek kelistrikan yang akan dilaksanakan di Sulawesi Tenggara. Selain itu, forum ini memberi ruang diskusi terbuka antara PLN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna menjaring masukan serta menyusun rencana yang lebih adaptif terhadap tantangan di lapangan.
Melalui forum ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tercapainya target rasio elektrifikasi 100 persen di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Bombana. RUPTL 2025–2034 diharapkan tidak hanya menjadi dokumen rencana, tetapi juga menjadi panduan aksi nyata yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya, Sulawesi Tenggara termasuk Kabupaten Bombana diyakini mampu mengejar ketertinggalan dalam akses energi dan menjadikan listrik sebagai pendorong utama pertumbuhan dan pemerataan pembangunan.

