Opini

Harapan Baru Partai Berkarya di Tangan Ridwan Andreas

264
×

Harapan Baru Partai Berkarya di Tangan Ridwan Andreas

Sebarkan artikel ini

Oleh : Muh Arham, Ketua DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan

Muh Arham, Ketua DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan
Muh Arham, Ketua DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan

Musyawarah Nasional (Munas) pertama Partai Berkarya yang berlangsung di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang, Banten, pada 14 hingga 16 Juli 2025 menjadi penanda penting kebangkitan sebuah kekuatan politik yang sempat tergerus. Seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari berbagai penjuru tanah air hadir dalam forum tertinggi pengambilan keputusan partai tersebut. Mereka tidak sekadar hadir, tetapi membawa harapan dan keyakinan bahwa Partai Berkarya layak kembali menjadi bagian penting dari panggung demokrasi nasional.

Salah satu keputusan paling bersejarah yang lahir dari Munas tersebut adalah penetapan Moch. Ridwan Andreas sebagai Ketua Umum DPP Partai Berkarya periode 2025 hingga 2030. Penetapan ini dilakukan secara aklamasi, menunjukkan kekompakan dan kesolidan para kader di semua tingkatan untuk mempercayakan arah partai kepada figur muda yang dikenal visioner.

Siapa Ridwan Andreas dan mengapa ia menjadi pilihan utama? Ia bukan hanya Ketua DPW DKI Jakarta, tetapi juga dikenal luas sebagai pengusaha sukses dan aktivis yang telah lama berkiprah di berbagai bidang sosial dan ekonomi. Sosoknya yang mapan, teruji, dan memiliki jejaring kuat dinilai mampu mengangkat kembali marwah Partai Berkarya yang selama ini “tertidur” dalam  hiruk pikuk dan dinamika politik nasional.

Muh Arham, Ketua DPW Partai Berkarya Sulawesi Selatan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan Munas yang berjalan tertib dan tepat waktu. Ia meyakini bahwa di bawah kepemimpinan H. Ridwan Andreas, Partai Berkarya tidak hanya akan hidup kembali, tetapi juga mampu berjaya menghadapi Pemilu 2029. Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Visi Ridwan yang menyentuh akar masalah rakyat, kemampuannya membangun komunikasi lintas wilayah, serta kepekaannya terhadap kebutuhan bangsa menjadi modal besar dalam menata ulang strategi dan arah perjuangan partai ke depan.

Yang perlu dicermati adalah bagaimana Partai Berkarya kelak mengelola semangat baru ini. Momentum Munas bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja politik yang jauh lebih berat dan penuh tantangan. Politik elektoral yang kompetitif, publik yang semakin kritis, serta kebutuhan akan partai yang mampu memperjuangkan kebijakan nyata adalah pekerjaan rumah yang menanti.

Ridwan Andreas tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan penuh dari struktur partai, kader akar rumput, hingga simpatisan di seluruh Indonesia menjadi kekuatan kolektif yang akan menentukan keberhasilan kepemimpinannya. Kemenangan dalam politik bukan semata karena figur, tetapi karena kemampuan organisasi menghidupi nilai-nilai perjuangan dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.

Partai Berkarya kini memiliki alasan kuat untuk optimis. Dengan kepemimpinan yang segar, tekad yang menyala, serta struktur yang solid, partai ini berpeluang kembali menjadi warna penting dalam demokrasi Indonesia. Kini tinggal bagaimana seluruh elemen partai mampu menjaga konsistensi, membangun kepercayaan publik, dan tampil sebagai kekuatan politik yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *