DaerahPemerintah

Bupati Bombana Pimpin Langsung FGD RPJMD 2025–2029 Wujudkan Pembangunan Terarah dan Berkelanjutan

93
×

Bupati Bombana Pimpin Langsung FGD RPJMD 2025–2029 Wujudkan Pembangunan Terarah dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Bombana,A-1.Info / – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan pembangunan yang visioner dan berkelanjutan. Pada Rabu, 28 Mei 2025, Bupati Bombana Ir. H. Burhanudin, M.Si memimpin langsung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pembahasan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bombana untuk periode 2025–2029.

Kegiatan strategis ini digelar di Ruang Rapat Kantor Bappeda Bombana dan dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta akademisi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Kehadiran para profesor dari lingkungan akademik UHO menjadi nilai tambah dalam proses penyusunan rencana pembangunan, memastikan bahwa arah kebijakan yang dirancang memiliki landasan ilmiah dan responsif terhadap tantangan zaman.

FGD ini bertujuan menyamakan persepsi, menggali data konkret dari tiap sektor, serta menyusun prioritas pembangunan daerah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Burhanudin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun RPJMD yang komprehensif dan berdampak.

“Kita harus bersatu, berkolaborasi, dan membangun dengan visi yang sama. RPJMD ini bukan hanya agenda lima tahun ke depan, tetapi juga warisan arah pembangunan untuk generasi selanjutnya. Saya harap semua OPD yang memiliki data dan pengalaman segera menyampaikan dan berkontribusi. Kita ingin hasilnya nyata dan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Bombana,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Advertorial ini disampaikan untuk menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana tidak hanya bergerak secara administratif, tetapi juga berupaya melibatkan banyak elemen dalam proses perencanaan pembangunan.

Dalam suasana diskusi yang konstruktif, para Kepala OPD memberikan paparan serta masukan terkait sektor-sektor yang dinilai krusial, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga tata kelola sumber daya alam. Fokus utama adalah bagaimana memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat Bombana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Para akademisi UHO turut memberikan pandangan berbasis hasil penelitian, menyoroti pentingnya inovasi dalam perencanaan kebijakan publik, penguatan data, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap RPJMD yang akan disusun mampu menjadi dokumen perencanaan yang tidak hanya akurat dan sesuai regulasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 akan mengedepankan prinsip inklusif dan partisipatif. Masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang terlibat dalam proses perumusannya melalui pelibatan berbagai pihak dalam setiap tahapan.

Dari hasil FGD ini, Bappeda Bombana akan menyusun draft awal RPJMD berdasarkan masukan dan rekomendasi yang dihimpun. Selanjutnya, draft tersebut akan dibawa ke forum konsultasi publik dan pembahasan lintas sektor untuk memperoleh kesepakatan akhir.

Dengan dimulainya FGD ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan langkah awal yang penuh optimisme menuju pembangunan lima tahun ke depan yang terarah, terukur, dan berdampak luas. RPJMD bukan sekadar dokumen formal, tetapi fondasi utama pembangunan yang akan menjadi pedoman dalam menetapkan program dan kegiatan setiap OPD ke depan.

Advertorial ini merupakan bentuk keterbukaan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperlihatkan proses pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada hasil nyata. Langkah nyata seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik serta membawa Bombana menjadi daerah yang unggul dalam berbagai sektor.

Dengan dukungan semua pihak, dari OPD hingga akademisi, Kabupaten Bombana menatap masa depan dengan penuh keyakinan. FGD RPJMD ini menjadi bukti bahwa perencanaan yang matang adalah kunci bagi pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *