ADVERTORIALUncategorized

Kabupaten Bombana Gelar Workshop Pengembangan Desa Wisata 2025 untuk Tingkatkan Pariwisata Berbasis Masyarakat

645
×

Kabupaten Bombana Gelar Workshop Pengembangan Desa Wisata 2025 untuk Tingkatkan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kendari,A-1.Info / – Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah strategis dalam meningkatkan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Desa Wisata Tahun 2025. Acara yang digelar di Vila Tanjung Tapulaga, Kabupaten Konawe, pada tanggal 19-21 Februari 2025 ini dihadiri oleh perwakilan desa, pelaku usaha pariwisata, pejabat pemerintah, serta pemangku kepentingan terkait. Workshop ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Belli Harli Tombili, SE., M.Si, yang menekankan pentingnya pengelolaan desa wisata secara profesional dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Belli Harli Tombili menyatakan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. “Kami ingin memastikan bahwa setiap desa wisata di Bombana dapat menjadi destinasi yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si, menambahkan bahwa workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang strategi pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. “Tujuan kami adalah membangun desa-desa di Bombana menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” jelas Anisa.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang, termasuk akademisi, praktisi pariwisata, dan perwakilan pemerintah. Di antaranya adalah Dr. Zulfadly Urufi, ST., M.Eng, ahli tata ruang dan wilayah kota dari Institut Teknologi ITENAS Bandung; Muh Amari Amrin, STP., M.Si, Kepala Bidang Industri dan Destinasi Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara; Ahmad Nizar, S.Kom, Ketua Asosiasi Desa Wisata Sultra; serta A. Mujur, SH, Kepala Desa Sani-Sani yang mewakili Sultra ADWI 2023.

Materi yang dibahas dalam workshop mencakup berbagai aspek penting, seperti strategi pemasaran digital, pengelolaan homestay, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar program pendampingan serta pelatihan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

Selain workshop pengembangan desa wisata, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana juga menerima kunjungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka sosialisasi Festival Olahraga Tahun Anggaran 2025. Rombongan Dispora Sultra yang hadir antara lain Irad Imran (Kasubag Perencanaan), Adam Malik, Yusrin, dan Yusmirat. Mereka diterima langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anindya Duliman Amin, S.Kom, MM.

Pertemuan ini membahas berbagai aspek persiapan festival, termasuk teknis pelaksanaan, cabang olahraga yang akan dipertandingkan, serta strategi promosi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Diharapkan, melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, Festival Olahraga 2025 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi pengembangan olahraga serta pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Bombana.

Dengan adanya workshop dan festival ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam sektor pariwisata dan olahraga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kabupaten Bombana pun semakin optimis untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *